MALANGTODAY.NET – Carut marut sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 membawa banyak dampak di Kota Batu. Sebanyak 20 SMP swasta di Kota Batu hingga kini mengalami kekurangan peserta didik hingga 50 persen.

“Dari situlah kami akan mengadakan forum untuk membahas sistem zonasi bagi sekolah swasta di Kota Batu,” ujar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Batu Takim M.Pd.

Ia juga menjelaskan sistem zonasi untuk swasta masih dalam tahap wacana yang nantinya akan dirundingkan dengan Dewan Pendidikan Kota Batu, MKKS SMP Swasta, Ketua PGRI, dan Kepala Yayasan serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.

Diwawancarai secara berbeda, Kepala Dewan Pendidikan Kota Batu Budi Prasetio mengaku menyukai gagasan tersebut. “Mungkin bisa menjadi pemecah permasalahan Sekolah di Kota Batu. Kami tentu mendukung,” ujarnya.

Budi menambahkan sistem zonasi untuk swasta bisa dijalankan asalkan memiliki standarisasi yang memadai. “Contohnya sekolah harus minimal terakreditasi B atau bahkan A karena bisa menjadi acuan bagi wali murid kalau akreditasi bisa menunjukkan sistem yang tertera pada sekolah tersebut,” tandasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.