Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso @MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Menanggapi terkait pembatalan proyek pembangunan jalan arteri Sukorejo – Batu, Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mengkaji ulang MoU yang diteken oleh tiga pemerintahan daerah.

Berdasarkan keterangan dari Gubernur Jatim, Soekarwo membatalkan proyek karena tingginya anggaran dana untuk itu. Punjul mengatakan anggapan itu perlu penindaklanjutan MoU secara mendalam.

“Saat dilakukan MoU mungkin besaran biaya belum dihitung pasti, kalau sesuai dengan pendapat Pak Karwo anggaran untuk itu belum terinci secara detail,” paparnya.

Ia berpendapat apabila gagasan infrastruktur jalan arteri tersebut belum dialokasikan di APBD 2017, maka pemerintah daerah setempat perlu duduk bersama dengan keterlibatan penuh antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi membahas penganggarannya.

“Seandainya jika dibatalkan, bisa dilakukan penyudetan jalan tol Malang-Pandaan tembus ke Kota Batu,” tukasnya.

Konektivitas Infrastruktur jalan arteri Sukorejo-Batu harus dilakukan agar bisa memperkenalkan potensi Kota Batu pada masyarakat nasional.

Selain itu, melihat kondisi kemacetan tidak hanya terjadi di Kota Batu saja, kota sekitar juga macet.

Ia menganggap dengan dibangunnya jalan alternatif akan bisa menguntungkan seluruh pihak daerah yang dilibatkan proyek ini.

“Ini berarti jangan sampai alokasi anggaran membebani salah satu daerah saja. Oleh karena itu perlu solusi bersama,” tuturnya menambahkan ditemui seusai Rapat Paripurna kemarin (20/4).

Untuk diketahui, proyek jalan arteri Sukorejo-Batu melintasi wilayah di tiga pemerintahan daerah yaitu Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan.

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here