Corong filter incinerator sampah (ist)
Corong filter incinerator sampah (ist)

MALANGTODAY.NET – Timbunan sampah nampaknya kini telah menjadi suatu polemik lingkungan yang harus mendapatkan perhatian khusus. Tak hanya pemerintah, masyarakat pun dituntut bisa mengupayakan solusi terbaik dari masalah timbunan sampah ini.

Seperti salah satu desa yang patut dijadikan panutan yaitu desa Sumbergondo, Bumiaji, Kota Batu, yang kini telah memiliki alat pengolah sampah yang ramah lingkungan atau incinerator.

BACA JUGA: Masuki Tahun Baru, Disperindag Bakal Terapkan e-Retribusi di 34 Pasar

Inovasi ini digagas dan dikembangkan oleh Karang Taruna dan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Alat Incinerator ini berfungsi untuk memusnahkan sampah yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi baik sampah organik maupun non organik terlebih sampah residu.

Asap pembakaran sampah di dalam alat ini diintegrasikan dengan saluran lubang angin dan dipasang pipa paralon yang dapat menghasilkan kompos cair. Sementara sisa pembakaran dari sampah organik memiliki saluran yang berbeda yang bisa dimanfaatkan sebagai kompos kering.

Pengelola BUMdes, Adit, menjelaskan awalnya incinerator ini digagas oleh karang taruna desa setelah melihat tayangan di media sosial, lalu dilanjutkan dengan observasi dan pengkajian lebih dalam hingga dapat dilanjutkan dengan uji coba pembuatan alat incinerator tersebut.

Setelah beberapa bulan berjalan, alat ini dinilai sangat efektif untuk mengurangi masalah timbunan sampah. Terbukti di sejumlah titik di desa, masalah timbunan sampah sudah semakin berkurang sejak alat ini dioperasikan.

Diharapkan sistem incinerator ramah lingkungan ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di desa-desa lainnya.

“Semoga adanya upaya ini ikut menginspirasi wilayah lain untuk ikut menerapkannya,” ujar Adit (3/1/2019)

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arif As Shidiq mengatakan, solusi pembakaran sampah selama ini memang memiliki polusi yang cukup tinggi dan merusak lingkungan.

Namun dengan teknologi incinerator ini banyak nilai tambah yang didapat selain mengurangi masalah sampah, abu residu hasil pembakaran bisa dimanfaatkan sebagai kompos kering.

BACA JUGA: Mediasi Konflik Unikama Digelar, Lagi-lagi Belum Membuahkan Hasil

Sedangkan untuk asap pembakaran dengan teknologi filtrasi menjadikan udara yang dikeluarkan tidak menjadi polusi dan juga air sisa filtrasi bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair.

Baca Juga  Warga Terganggu Tumpukan Sampah di Belakang Balai Kota Among Tani

Karena manfaatnya cukup besar maka Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup berencana akan membuat beberapa titik di sejumlah desa di Kota Batu untuk ditempatkan alat insinertor sehingga permasalahan sampah sedikit teratasi.

“Agar persoalan sampah di desa-desa teratasi, maka kami ingin agar alat ini bisa ditempatkan di desa lainnya,” pungkasnya.


Reporter: Andika Fajar Kurniawan
Editor: Almira Sifak

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.