Harga Bahan Pangan Naik, Ini Tanggapan Dispertan Batu
ilustrasi @istimewa

MALANGTODAY.NET – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Batu menganggap kenaikan harga bahan pangan itu wajar. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dispertan, Hendro Suseno, apabila produksi bahan pangan ada pada kendali petani-petani lokal dan keran distribusi pangan impor ditutup.

Berkaca dari melonjaknya harga bawang putih yang tinggi di pasaran, ia mengatakan bahwa selama ini tingkat konsumen hanya mengandalkan produk bawang putih impor dari Thailand dan China.

“Padahal kita punya komoditas lokal, Lumbu Hijau. Yang sebenarnya beraroma lebih sedap daripada bawang impor meski bentuknya kecil” tukasnya.

Terkait isu kekurangan bahan pangan, dirinya menjelaskan bahwa produksi bawang sekitar 11-12 ton per hektar dalam satu musim panen sebenarnya masih bisa mencukupi kebutuhan pangan.

“Namun, dengan keran distribusi bawang impor yang terlalu besar, jadinya bawang putih kita kalah saing,” tuturnya.

Dengan melihat kondisi tersebut, harga naiknya bawang putih masih akan mendapatkan respon yang tidak positif. Untuk itu pihak Dispertan mengajak inisiatif bersama dengan kementerian, dinas ketahanan pangan dan Diskoperindag untuk mencegah kenaikan harga bahan pangan yang sangat krusial.

“Harga naik itu wajar jika kebutuhan meningkat, yang penting kan tidak sampai melebihkan bawang impor, itu sangat tidak mensejahterakan petani sendiri,” sambungnya pada MalangTODAY ditemui di kantornya, Jumat (5/5).(azm/zuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here