Ilustrasi petik mawar @Antara
Ilustrasi petik mawar @Antara

MALANGTODAY.NET – Para petani apel di Desa Sumbergondo, Kota Batu banyak yang mengeluhkan tidak stabilnya harga apel. Mereka yang menggantungkan hidupnya terhadap apel kini harus ‘banting setir’.

Kini, banyak dari mereka yang beralih memilih menanam sayuran dan membudidayakan bunga mawar potong. Bagi mereka, sayuran dan bunga mawar potong memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih baik dibanding apel.

“Banyak yang memilih sayuran dan bunga mawar. Karena biaya lebih ringan dan hasil panen maksimal, setidaknya tidak merugi meski harga sayuran naik turun,” urai salah satu petani apel Desa Sumbergondo, Andri Primbadi Rabu (20/3/2019).

Andri menjelaskan bahwa petani apel terus merugi seiring jebloknya harga buah apel di pasaran. Hal tersebut dikarenakan biaya perawatan yang tinggi, sehingga bisa diibaratkan besar pasak dari pada tiang. Andri mengatakan bahwa ia beberapa kali merugi karena hasil panen tidak cukup untuk memenuhi biaya perawatan.

Disisi lain Kepala Desa Sumbergondo, Nuryuwono, membenarkan bahwa kini banyak petani apel yang banting setir. Penyebabnya karena semakin banyaknya buah import di pasaran dan harga apel yang tidak menentu.

“Harga hasil apel sekarang tidak seperti dahulu. Akibat banyaknya buah import masuk dan masa panen raya segala buah,” jelas Nur.

Diketahui, untuk merawat tanaman apel yang terserang hama dan untuk menjaga kestabilan pH tanah biayanya cukup besar. ”Untuk memberantasnya (hama) itu saja butuh dana yang cukup besar. Maka dari itulah banyak yang beralih karena merugi mahalnya obat-obatan,” imbuh Nur.

Pantauan MalangTODAY.net, faktanya harga buah apel kini perlahan tengah merangkak naik, dimana berawal dari harga Rp 3,500 kini telah mencapai Rp 8 ribu. Namun, nampaknya hal tersebut tidak membuat para petani apel terkesan.

Penyebabnya tentunya perhitungan bertani apel yang dahulu dari hasil keseluruhan dipotong 30 persen untuk biaya perawatan dan lainnya, sisanya 70 persen keuntungan petani. Namun sekarang sudah berbalik yaitu hanya 30 persen keuntungan petani.

Seperti yang telah diketahui, Kota Batu dikenal sebagai kota penghasil buah apel di Jawa Timur. Empat jenis buah apel yang terkenal yakni apel anna, apel rome beauty, apel manalagi, dan granny smith. Dua jenis apel yang menjadi favort adalah apel anna dan manalagi. (FAJ/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.