Sejumlah Pegiat Lingkungan Nyemplung Kali Bareng Membebaskan Sungai Dari Sampah (istimewa)
Sejumlah pegiat lingkungan Nyemplung Kali bareng membebaskan sungai dari sampah (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Giat rutin Saber Pungli alias ‘Sapu Bersih Nyemplung’ Kali terus dilakoni pegiat komunitas lingkungan Kota Batu.

Kali ini kegiatan tersebut bertempat di Kali Kebo, sungai sepanjang kawasan Lesti-Sisir, Kota Batu. Sejumlah 70 pegiat lingkungan yang diinisiasi Gusdurian Kota Batu terjun langsung ke sungai, membebaskan aliran sungai dari sampah, Minggu (10/9).

Koordinator Gusdurian Kota Batu, Ahmad Zazuli menuturkan, ikut andilnya Gusdurian dalam giat lingkungan ini tak lepas dari pengamalan nilai moral yang mereka pegang teguh.

Salah satunya adalah tentang keadilan, baik pada diri sendiri, sesama makhluk hidup, juga pada alam sekitar.

“Dengan ikut menjaga kelestarian air dan sungai adalah manifestasi dari 9 nilai yang melatarbelakangi komunitas kita bergerak,” ungkapnya ditemui MalangTODAY usai giat, Minggu (10/9).

Diharapkan dari sini, lanjut Zazuli, bisa merubah mindset kebudayaan masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai.

“Yang paling kami pegang adalah konsistensi, diharapkan bisa rutin tiap minggu. Kami sangat konsen dalam membangun kesadaran warga dalam persoalan sampah ini,” jelasnya.

Dalam giat tersebut, mereka telah menjaring sampah sejumlah 6 ton. Adapun, sampah juga masih didominasi sampah jenis anorganik yakni sampah plastik dan rumah tangga hingga diapers.

Giat kali ini juga diikuti beberapa komunitas lain seperti Bank Sampah Kartini Sejati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Reaksi Cepat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan sebagainya.

Terpisah, Kepala DLH Kota Batu, Arief As Siddiq sangat mengapresiasi kegiatan dalam rangka penciptaan sungai bersih. Arif menuturkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi para pegiat lingkungan ini sesuai dengan yang dibutuhkan.

“Kalau perlu kami upayakan bisa masuk perwali soal perilaku buang sampah ini. Meski begitu, urusan lingkungan bukan hanya soal regulasi, semua butuh kesadaran masyarakat masing-masing,” tutupnya.(azm/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here