Gempa Bumi Buat Panik Ratusan Siswa di SMA Immanuel Kota Batu
Simulasi pertolongan pertama kedaruratan dari PMI Kota Batu (Azmy)

MALANGTODAY.NET – Kehebohan seketika pecah ketika guncangan bencana gempa bumi melanda SMA Immanuel Kota Batu. Hal ini merupakan bagian dari skenario simulasi pelatihan penanggulangan bencana secara mandiri yang digelar pada Selasa (7/11).

Bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu, giat simulasi bencana dimulai dengan dibunyikannya sirine tanda bencana gempa bumi terjadi.

Kontan, begitu mendengar sirene, tahapan evakuasi mulai cara berlindung, jalur evakuasi khusus hingga berpusat di titik kumpul dan mendirikan barak evakuasi mereka terapkan dengan fasih.

Kepala Sekolah SMA Immanuel Boaz Wahono menuturkan bahwa penerapan simulasi bencana ini sangat penting. Mengingat ada banyak siswa SMA Immanuel yang berasal dari daerah rawan bencana seperti Papua, NTT, Sulawesi dan Medan.

“Diharapkan bisa membekali anak-anak di kampung halamannya sehingga turut andil dalam pendidikan penanggulangan bencana sejak dini,” kata Wahono kepada awak media usai simulasi.

Terkait teknis simulasi, dijelaskan Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugroho merupakan penerapan program sekolah/madrasah aman bencana. Yakni tiga pilar bencana mulai dari manajemen sekolah, fasilitas sekolah dan pelatihan siaga bencana.

“Perwujudan sekolah/madrasah aman bencana setidaknya harus memenuhi ketiga unsur tersebut. Tidak hanya tanggap bencana, namun kelengkapan fasilitas dan manajemen sekolah harus siap,”

Adapun dalam simulasi ini, materi-materi kebencanaan yang diberikan mulai manajemen pelatihan resiko bencana, pelatihan pertolongan pertama kedaruratan, dan juga shelter.

Tentu, giat simulasi ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman terutama bagi para anak didik. Seperti diakui salah satu anggita tim SIGAP SMA Immauel, Priliana Alexandria. Keikutsertaannya menjadi pengalaman berkesan, utamanya soal pendirian tenda barak.

“Yang paling berkesan, saya jadi tahu banyak soal teknik mendirikan tenda barak untuk para pengungsi. Seneng banget, ini pengalaman paling berkesan dan menantang,” tuturny

Sebagai informasi, program sekolah/madrasah aman bencana ini merupakan program khusus untuk dua sekolah percontohan, dalam hal ini SMAN 3 Kota Batu dan SMA Immanuel. (Mas/end)