Kepala Dewan Pendidikan Kota Batu, Budi Prasetio (Istimewa)

MALANGTODAY.NET– Dewan Pendidikan Kota Batu merespon terhadap keluhan 22 Kepala SMP/Mts Swasta Kota Batu terkait carut marutnya sistem zonasi. Dengan kunjungan puluhan kepala sekolah tersebut sebagai pelecut untuk lebih bersinergi dengan setiap elemen pendidikan di Kota Batu.

“Dari rapat tadi, dewan memutuskan agar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu lebih merapatkan diri untuk menjaga komunikasi dengan setiap elemen pendidikan termasuk sekolah swasta,” jelas Kepala Dewan Pendidikan Kota Batu, Budi Prasetio. Ia juga menambahkan anggota dewan berjanji akan mengkaji kembali terkait pendirian SMPN 7 di Kecamatan Junrejo.

Tak hanya itu, Budi juga memberipak imbauan kepada Dinas Pendidikan Kota Batu untuk terus lebih mensosialisasikan bahwa sistem zonasi bertujuan untuk menghapus label favorit pada sekolah tertentu. Hal ini dipaparkan karena hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap bersekolah di negeri memiliki banyak keuntungan.

“Karena spp gratis, fasilitas lengkap, dan gurunya berkualitas. Padahal ada peraturan walikota yang menjelaskan bahwa guru tidak boleh berada di sekolah yang sama dalam kurun waktu lebih dari 8 tahun,” terangnya. Budi menambahkan fakta di lapangan banyak sekolah swasta di Kota Batu yang juga gratis dan mutu yang bagus terlebih spp yang dibayarkan berbentuk infaq yang tidak mengekang.

Lebih lanjut, Budi mengharapkan bagi sekolah yang kekurangan peserta didik maupun yang belum mendapatkan sama sekali untuk bersifat legowo. “Karena bagaimanapun PPDB sudah selesai dan bagi SMP/MTs swasta bisa untuk lebih memperbaiki kualitas dan kuantitas,” tukasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto : Choirul Anwar

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.