PMI Kota Batu Anggarkan Rp 2,4 Miliar untuk Bangun Unit Darah
Ilustrasi (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Seperti yang diketahui, Palang Merah Indonesia (PMI) Wilayah Kota Batu hingga saat ini, belum miliki unit darah atau gedung untuk menampung darah dari para pendonor yang ada diwilayah kota Batu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Abdul Muntholib (48), Kepala Markas PMI Batu. Ia mengungkapkan bahwa selama ini PMI kota Batu masih ‘nampung’ di PMI kabupaten Malang.

Baca Juga  Tingkatkan Kepedulian Sesama Asrama UM Gelar Donor Darah

“Selama ini kita ikut PMI Malang dan kami cuma menyediakan pedonor dan tempat-tempat untuk para pedonor aktif dan belum memiliki unit darah sendiri,” ujarnya ketika ditemui pasca kegiatan donor darah di Onsen Resort Batu, Kamis (24/1/2019).

PMI Kota Batu Anggarkan Rp 2,4 Miliar untuk Bangun Unit Darah
Abdul Muntholib (48), Kepala Markas PMI Batu (Fajar)

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak PMI Kota Batu telah mengajukan anggaran khusus ke pemerintah kota (Pemkot) Batu untuk pengadaan unit darah beserta sarana dan prasarana donor darah.

“Sudah pengajuan pemkot utuk tempat. Untuk tahun ini kita utamakan alat, kita perkuat juga untuk renovasi di markas PMI. Lokasi tetap di markas tapi bakal di renovasi ruangan pelayanan, sebelah timur nantinya untuk alat penyimpanan dan proses darah,” ujarnya.

Lebih lanjut pihaknya pun telah menganggarkan sejumlah 2,4 milyar untuk keperluan sarana dan prasarana atau penyimpanan darah.

“Krosmed, Screening, lemari penyimpanan darah, yang nilainya lebih dari 1,7 M. kalau dengan Ipal anggarannya 2,4 M. Tinggal nunggu acc Walikota, ini masih diajukan dari Dinkes,” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga  30-40 Pasien Butuh Darah Perhari, PMI: Kesadaran Donor Masyarakat Sudah Tinggi

PMI kota Batu juga mengharapkan agar pemerintah kota Batu dapat segera merealisasikan unit darah beserta sarana dan prasarana donor darah, demi keevisiensian suplai darah yang dibutuhkan pasien khususnya di wilayah kota Batu.

“Targetnya 2019 ini, karena selama ini darah harus dikirim dulu ke kabupaten Malang. Karena ada kejadian dokter siap, ruangan siap untuk operasi, ternyata darahnya harus nunggu 2 jam paling cepat. Ini kan lama, karena itulah kita butuh lemari penyimpanan khusus di Kota Batu ini,” pungkasnya. (FAJ/KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.