Libur Panjang, Ini Destinasi Ramah Kantong di Malang Raya
Balai Kota Among Tani (M. Ulul Azmy)

MALANGTODAY.NET – Pemberlakuan sistem semi tertutup di gedung perkantoran terpadu, Balaikota Among Tani bukan berarti mempersulit masyarakat dalam mengakses gedung ini.

Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu Punjul Santoso, bahwa peningkatan mekanisme keamanan tersebut merupakan respon pemerintah pasca adanya oknum tak bertanggung jawab melakukan tindak pencurian laptop.

“Keamanan ditingkatkan semenjak ada kejadian orang tak bertanggung jawab mencuri laptop di kantor BKD,” ungkap Punjul kepada awak media, Jumat (20/10).

Baca juga : Pasca Kemalingan, Balaikota Among Tani Perketat Aturan Masuk

Adanya peningkatan mekanisme ini, lanjut Punjul, tidak berarti merubah konsep gedung terbuka sesuai yang digagas Eddy Rumpoko secara drastis. Semua yang ingin mengakses gedung tidak akan dipersulit.

“KTP hanya sarana, misal wartawan ingin ketemu saya ya tinggal wawancara saja. Tunjukkan KTP atau kartu pers ke petugas jaga,” imbuhnya.

Ia pun mengakui, bahwa konsep gedung Among Tani yang digagas Walikota Batu nonaktif Eddy Rumpoko ini lebih ditekankan sebagai ruang publik, bebas dan terbuka tanpa ada sekat antara pemerintah dan rakyat.

Baca juga : Kantor BKD Kota Batu Disatroni Maling, Dua Unit Laptop Raib

“Dulu konsep gedung digagas Eddy Rumpoko memang bersifat bebas. Namun, semenjak kejadian itu agaknya perlu ditingkatkan lagi pengamanannya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa setiap tamu yang akan berkunjung ke BKAT kini diwajibkan untuk meninggalkan identitas tanda pengenal di lobby unit pelayanan informasi. Tak hanya itu, mereka juga wajib menyertakan maksud kunjungan dan arah tujuannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here