MALANGTODAY.NET- Berdiri tiga tahun lalu, keberadaan batik motif bantengan Kota Batu saat ini semakin mendunia. Motif Batik Bantengan yang diprakarsai oleh Anjani Sekar Arum ini sekarang telah sering mengikuti pameran diberbagai belahan dunia.

“Batik motif bantengan ini sudah mendunia pada umur dua bulan, kita sudah pernah pameran di Eropa yang terakhir kita pameran di Melbourne dua bulan lalu,” terang wanita pemilik Anjani Batik Galeri ini.

Dikatakan Anjani, batik motif Bantengan hanya ada di Indonesia yaitu di Kota Batu, kota kota lain tidak memiliki motif Bantengan. Hal ini lah yang menjadi ciri khas dari batik ini dan karena itu kenapa motif Batik Bantengan melejit.

“Saya memperkenalkan batik ini tidak tidak melalui online, karena riskan sekali batik  bantengan ini kan masih perawan alias baru, saya khawatir ada transaksi yang tidak tepat kalau online,” lanjutnya

Oleh karena itu, selama ini dia masih menggunakan metode penjualan konvensional yaitu dengan memperbanyak jaringan rekanan baik dengan pemerintah maupun pihak perbankan.

“Kita ini binaan bank Indonesia Malang, jadi mereka yang menyetir kita ketika ada pameran. Kalau mengandalkan jualan dirumah hanya satu atau dua batik yang terjual perbulan. Tetapi ketika pameran bisa mencapai 10 sampai 15,” tambah Anjani.

Dalam Batik Bantengan, dikatakannya, terdapat banyak filosofi yangmana daun sirih dan kembang tujuh rupa sebagai pelengkap motif bantengan itu sendiri. Kemudian dalam kesenian bantengan ada macan, monyet alat musik gendang, semua itu juga sebagai pelengkap.

“Kita ingin kesenian bantengan ini tidak hanya di Kota Batu saja, tetapi kita ingin seni bantengan ini mendunia salah satunya ya lewat batik ini.” tukas pemilik Galeri Batik di Jl. Brantas No. 3 Gg II Kelurahan Ngaglik Kota Batu ini.

Berikan tanggapan Anda