MALANGTODAY.NET – Parasnya yang ayu nampaknya tak menghalangi dara bernama Asri Diana Kamilin ini untuk terus berprestasi. Karena meskipun sempat beberapa kali menyabet penghargaan skala nasional, hingga menjadi delegasi kelas internasional, ia masih keukeh pada pendiriannya untuk menjadi penghafal Al-Quran.

Angan dan cita-citanya menjadi penghafal Al-Quran memang sudah terwujud. Belum lama ini, ia menyandang status sebagai wisudawati dari PPTQ Nurul Furqon, sebuah pondok pesantren kenamaan di Malang yang dikhususkan bagi para penghafal Al-Quran. Namun meskipun sudah dinyatakan lulus, Alumnus Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang ini tak pernah berhenti melancarkan hafalannya.

“Keinginan untuk menghafal Al-Quran sudah ada sejak saya masih duduk di bangku SMA, tapi waktu itu belum ada pembimbing. Semasa kuliah, saya memutuskan mondok di PPTQ Nurul Furqon, tepatnya mulai tahun 2012,” terang Asri.

Menurutnya, proses menghafal pun ia lakukan dari nol. Tak jarang pula ia merasa bingung dan tegang dalam setiap setoran hafalan yang ia lakukan. Ketika awal melakukan hafalan, ia merasa kaget karena harus menyetorkan hafalan secara bersaamaan. Konsentrasinya pun tak jarang buyar, dan menuntutnya mengulang hafalan. Bahkan, ia sempat mendapat wejangan langsung dari Pak Kyai, selaku pengasuh pondok untuk menghafal dengan lebih tenang lagi.

“Saya yakin, menghafal tidak hanya karena kemampuan intelektual, tapi juga berdasarkan pada ketelatenan yang dipupuk dengan sikap mau belajar,” tambahnya.

Sekarang, perempuan berkacamata ini juga bekerja di Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar yang berpusat di Jakarta sebagai Pengajar Muda. Dia ditempatkan di Desa Baru, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

“Di sana saya mengajar di sekolah dasar,” bebernya.

Semasa kuliah, Asri juga aktif di organisasi dan menjadi delegasi di berbagai perlombaan, dengan segudang prestasi. Salah satunya menjadi juara pertama dalam pada lomba Karya Tulis Ilmiah Al quran pada MTQ mahasisiwa Nasional 2013. Dia juga merupakan salah satu delegasi Indonesia pada International Conference on Islamic Leadership, Malaysia.

“Dalam konferensi itu, saya banyak belajar tentang bagaiman peran perempuan dalam kepemimpinan dan pengembangan islam,” pungkasnya.

 

Berikan tanggapan Anda