Arema FC vs Semen Padang, Aroma Menang di Tanah Minang
Skuad Arema FC@Instagram/aremafcofficial

MALANGTODAY.NET Untuk pelatih Arema Milomir Seslija, Semen Padang adalah lawan ”favoritnya”. Sebab, pada periode pertama melatih Arema FC, 2016 silam, Milo dua kali memecundangi Kabau Sirah–julukan Semen Padang.

Salah satunya, bahkan dilakukan di Stadion Haji Agus Salim, markas Semen Padang. Pada laga yang digelar pada 28 Oktober 2016, Arema FC menang dengan skor meyakinkan, 3-1. Tiga gol kemenangan Arema FC dicetak Raphael Maitimo, Hamka Hamzah, dan Esteban Vizcarra.

Kemenangan itu begitu spesial karena sebelumnya Semen Padang tak pernah kalah ketika bermain di Stadion Haji Agus Salim. Lalu, bisakah kemenangan itu diulangi Milo sore ini?

Meski tak ingin jemawa, Milo begitu antusias menyambut laga away ketiga timnya di Liga 1 musim ini.

”Kami sangat antusias di pertandingan ini. Kami tahu masalah Semen Padang yang belum menang enam pertandingan,” ujar dia.

Ya, Semen Padang memang sedang terpuruk. Dalam enam laga yang sudah dilalui, Semen Padang hanya mampu meraih tiga hasil seri. Selebihnya, dalam tiga laga lainnya, Semen Padang selalu kalah.

Bahkan, dua dari tiga kekalahan itu terjadi di Stadion Haji Agus Salim. Yakni, kalah 1-2 dari Perseru Badak Lampung (21/6/2019) dan kalah 1-3 dari PS TIRA-Persikabo (8/7/2019).

Kekalahan dari PS TIRA-Persikabo memicu perubahan besar bagi Semen Padang. Pelatih kepala Semen Padang Syafrianto Rusli mundur. Posisi pelatih kepala untuk sementara waktu diisi asistennya, Weliansyah.

Tanpa pelatih kepala, Semen Padang bisa apa? Apalagi, pasca kekalahan dari PS TIRA-Persikabo, mereka tak punya waktu banyak mempersiapkan diri menghadapi Arema FC.

Weliansyah kemungkinan besar tetap menggunakan pola yang sama seperti yang diterapkan pelatih sebelumnya. Tapi, bisa pula melakukan perjudian dengan strategi baru.

Nah, ”kekacauan” yang terjadi pada Semen Padang ini seharusnya bisa dimanfaatkan Arema FC. Apalagi, performa Arema FC tengah menanjak.

Bila mampu memperagakan permainan seperti ketika menang 3-1 atas Persipura Jayapura (4/7), Arema FC seharusnya tak akan kesulitan untuk menundukkan Semen Padang.

”Kami datang sebagai tim dan kami akan bermain dengan semangat untuk mendapatkan poin seperti pertandingan terakhir lawan Persipura,” tegas Milo.

Skuad terbaik akan diturunkan

Selain modal kemenangan dari laga sebelumnya, Milo juga bisa memainkan skuad terbaiknya.

Absennya Ikhfanul Alam tak jadi masalah besar karena Arthur Cunha sudah kembali setelah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Kembalinya Arthur membuat Milo bisa memainkan fantastic four-nya di lini belakang. Yakni, Arthur-Hamka Hamzah-Alfin Tuasalamony-Johan Alfarizie.

Sementara itu, di lini tengah, Milo punya opsi melimpah. Untuk formasi tiga gelandang, satu posisi sudah paten milik Makan Konate.

Milo tinggal menentukan dua gelandang yang bisa men-support Konate. Pilihannya banyak. Antara Jayus Hariono, Hanif Sjahbandi, Muhammad Rafli, atau Hendro Siswanto.

Pemain asal Uzbekistan yang belum sekalipun bermain di Liga 1 musim ini, Pavel Smolyachenko juga bisa dicoba.

Sementara di lini depan, trio Sylvano Comvalius-Dedik Setiawan-Dendi Santoso layak mendapatkan kesempatan lagi.

Yang jelas, siapa pun yang masuk starting line-up, Milo menjanjikan permainan menyerang. ”Kami datang ke sini bukan untuk bertahan.

Tapi, ingin mencari kemenangan dan kemenangan itu adalah dengan menyerang,” ujar pelatih yang mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro itu.

Pola seperti itulah yang membuat Arema FC menjuarai Piala Presiden 2019, turnamen yang digelar sebelum bergulirnya Liga 1 2019.

Yang dibenahi Milo saat ini tinggal bagaimana memperkuat sektor pertahanan. Sebab, gawang Arema FC sudah bobol delapan kali hanya dalam lima pertandingan. Arema FC belum sekalipun mencatat clean sheet di Liga 1 musim ini.

Transisi, Milo menyatakan, menjadi penyebab mengapa gawang timnya selalu kebobolan. ”Saya ganti program latihan untuk antisipasi seperti itu.

Kuncinya, pemain harus konsentrasi dan menjaga ritme pertandingan agar tidak kebobolan di menit akhir,” ungkap pelatih berkewarganegaraan Bosnia-Herzegovina itu.

Perlawanan terbaik dari Semen Padang FC

Terpisah, pelatih Semen Padang FC Weliansyah mengatakan bahwa timnya bakal memberikan perlawanan sengit terhadap Arema FC.

”Sepak bola itu harus menekan lawan, ini kandang kami, ini home kami. Sepak bola modern harus kuat pressing dan bisa counter attack dan sepak bola harus agresif,” kata dia.

Weliansyah optimistis bisa meraih kemenangan atas Singo Edan. ”Masalah teknik, skill, dan fisik saya tidak ragu (pada pemain saya), yang penting di sini motivasi.

“Kami sudah buktikan, kalau kami mau tim besar bisa kami kalahkan di sini Insya Allah,” kata dia.

Apalagi, Arema yang juga belum meraih kemenangan selama pertandingan tandang. Mulai kalah 3-1 dari PSS Sleman dan kalah 2-0 dari Borneo FC, serta kalah di kandang dengan PS TIRA-Persikabo 2-1.

”Arema, kami tahu tim bagus namun ingat, ada masa turun naik, kami tahu mereka pernah kalah di kadang. Berarti ada kelemahan. Sepak bola punya taktik strategi sendiri,” tandas dia.

Sementara itu, pemain Semen Padang, Dedi Hartono mengaku pergantian pelatih membawa semangat sendiri bagi pemain. ”Kami lebih termotivasi,” kata dia.

Suasana dalam latihan juga berubah. Semua pemain kini sangat bersemangat. ”Pertandingan ini penting karena selama ini kami belum pernah mendapatkan tiga poin di kandang,” pungkas Dedi.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mufarendra

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.