Konvoi Aremania Bikin Pedagang Atribut Laris Manis
Para pedagang dadakan di kawasan Stasiun Kota Baru (yoga)

MALANGTODAY.NET – Konvoi Aremania membuat para penjual atribut seperti syal dan kaus bernuansa Arema laris manis. Banyak pembeli atribut di penjual dadakan yang berada di kawasan Stasiun Kotabaru hingga Balaikota Malang, tempat diberangkatkan konvoi.

Sebagian besar para pedagang mengaku, barang dagangannya laku keras karena  banyaknya masyarakat yang ingin konvoi tetapi tidak punya atribut Arema. Sehingga saat itu juga membeli untuk langsung dikenakannya.

“Dodolanku lumayan payu akeh Mas, soale akeh seng kepingin konvoi tapi gak duwe atribut. (Daganganku lumayan banyak yang laku Mas, soalnya banyak yang ingin ikut konvoi tapi tidak punya atribut),” kata Mujianto, salah satu pedagang di Depan Kantor Arema FC.

Harga artribut yang dijualnya bermacam variasi yakni kaos berkisar Rp 50-95 ribu, sedang syal berkisar Rp 25-45 ribu. Harga tersebut tentunya disesuaikan dengan kualitas bahan dan ukuran barang.

“Kalau kaus biasa ya Rp 50 ribu, tapi kalau yang bordir antara Rp 85-95 ribu. Untuk syal liat ukurannya, kalau kecil ya semakin murah,” kata warga asli Sukun ini.

Lakunya dagangannya ini, lanjut Mujianto, sangat jauh berbeda dengan konvoi penyambutan pemain Arema saat menjuarai Piala Presiden, Selasa lalu.

“Kalau dibanding pas nyambut pemain, lebih ramai ini. Peningkatannnya 70 persen lah kira-kira,” ungkap

Hal yang sama juga diungkapkan Doddy, 30. Pedagang ini mengatakan dari seluruh barang dagangan seperti syal, terompet dan bendera, kaus Arema berbahasa walikan masih menjadi primadona para pembeli.

Tak butuh waktu lama, kaos yang dijualnya seharga 50 ribu itu sudah laku sebanyak 40 buah dalam waktu satu jam.‎

“Alhamdulillah kalau kaus sudah laku tiga lusin lebih. Yang paling diminati ya yang ada kata-kata khas arek Malang,” ujar  Doddy.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here