Sepatu Melayang ke Tribun dalam Pertandingan Arema vs Persela
Aremania (ist)

MALANGTODAY.NET – Aremania menuntut tanggung jawab dari Panpel PSS terkait kericuhan yang terjadi di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Rabu (15/5/2019). Untuk membahas hal tersebut, suporter Arema FC ini menggelar pertemuan dengan manajemen Arema FC di Kandang Singa, Jalan Mayjen Panjaitan, Jumat (17/5/2019) malam.

“Kemarin malam bersama 75 perwakilan Aremania, kami bertemu dengan manajemen, membahas sikap yang akan dilakukan pasca kejadian di Sleman. Beberapa hal telah disepakati untuk dilakukan,” ujar Aremania Korwil Klayatan Achmad Ghazali dilansir dari Detik.com (18/5/2019).

Pertemuan tersebut akhirnya membuahkan beberapa hasil sebagai berikut.

1. Aremania akan mengirimkan surat ke PSSI, kepolisian dan Panpel PSS terkait kronologis kejadian dan menuntut tanggung jawab Panpel atas kerugian yang menimpa Aremania.

2. Sepakat membuka donasi untuk membantu korban kendaraan yang rusak. Akan segera dibuka rekening bersama dan posko penggalangan dana.

3. Donasi diawali dari Manajemen Arema FC sebesar Rp 20 juta.

4. Aremenaia dan Manajemen Arema FC akan menggelar nobar berbayar Borneo vs Arema FC pada 22 Mei usulan tempat di GOR Kenarok atau Poltek Malang dengan tiket Rp 10 ribu. Semua donasi disumbangkan untuk korban kendaraan rusak.

5. Aremania menyarankan agar tidak ada penggalangan dana di jalanan jika ada maka diingatkan dengan cara preventif.

6. Bagi korban kendaraan bus. Manajemen akan mengeluarkan surat memohon rekomendasi ke kepolisian setempat untuk memohon dispensasi kerugian kepada PO bus.

7. Aremania akan membentuk tim penaksir kerusakan kendaraan dan tim pengumpul donasi untuk menentukan secara proporsional besaran bantuan yang diberikan.

8. Penggalangan donasi dan penyaluran bantuan akan dibatasi sampai tanggal 22 Mei 2019.

9. Aremania sepakat bahwa bantuan yang diberikan sifatnya santunan bukan bantuan secara keseluruhan atas kerusakan yang terjadi.

Sebelumnya, suporter berslogan Salam Satu Jiwa ini telah mengklarifikasi kericuhan pada laga tersebut. Ahmad Ghozali mengungkapkan salah satu kelompok suporter BCS Sleman menyerang terlebih dahulu. Penyerangan terjadi di depan pintu masuk GOR Maguwoharjo yang menjadi lokasi parkir kendaraan suporter yang memiliki warna kebesaran biru ini. (AL)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.