Dilarang Away Magelang, Aremania Tak Ambil Pusing
Ilustrasi dukungan Aremania untuk Arema FC (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Aremania tidak ingin ada oknum yang mencoreng pertandingan bertajuk Super Derbi Jawa Timur antara Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu (30/9/2018).

Aremania Korwil Klayatan, Achmad Ghozali menuturkan, peristiwa yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebelum laga Persib Bandung versus Persija, yang menyebabkan seorang Jakmania tewas, harusnya bisa dijadikan pelajaran agar hal serupa tidak terulang.

“Intinya kita inginkan situasi kondisi yang kondusif di Malang, agar tidak seperti di GBLA. Himbauan dari saya, untuk teman-teman Aremania pada pertandingan tanggal 30 bisa berjalan sukses, ya intinya semua bisa menjunjung fair play,” kata Achmad, Senin (24/9/2018).

Baca Juga: Suporter Tewas, Bang Yos: Ridwan Kamil & Anies Baswedan Harus Ketemu

Lebih jauh, Aremania menginginkan agar Bonekmania tidak nekat datang ke Malang. Kesepakatan yang selama ini sudah dijalankan, sebaiknya juga dipatuhi Aremania dan Bonek.

Kesepakatan yang dimaksud yaitu, jika Arema FC bermain di Surabaya, Aremania tidak boleh datang. Dan begitu juga sebaliknya, jika Persebaya bertandang ke Malang, Bonek tidak boleh mendampingi.

“Ya kita berharap tidak ada penyusupan yang dilakukan oleh oknum-oknum ‘tetangga sebelah’, yang ingin merusak kondusifitas Kota Malang. Kita siap melakukan pengamanan bersama, ini Malang bukan Bandung. Kita jaga bersama kondusifitas Kota Malang dan Jawa Timur,” tegasnya.

Baca Juga: Pasca Tewasnya Suporter Jakmania, Kapolres Malang: Aremania Lebih Bermartabat

Aremania sendiri berjanji untuk tidak melakukan penyekatan terhadap oknum-oknum suporter yang nekad masuk ke Kota Malang.

“Kita tidak akan melakukan sweeping seperti yang dilakukan oknum-oknum ‘tetangga sebelah’. Intinya, perjanjian tahun 1996 masih berlaku, Bonek tidak boleh datang ke Malang dan Aremania tidak boleh datang ke Surabaya.

“Perjanjian ’96, waktu itu Kapolda-nya pak Dai Bachtiar, itu masih berlaku sampai sekarang, dan itu harus dipahami semuanya. Jadi intinya perjanjian ’96 antara Aremania, Arema dan Persebaya, jangan dilanggar,” ucap Achmad.

Baca Juga: Satu Jakmania Tewas, Presiden Kehormatan Arema FC Ikut Berduka

Achmad juga menegaskan, kedua suporter harusnya bisa menahan diri dan menghormati kesepakatan yang telah dibuat. Hal itu juga sebagai pencegahan agar tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.

“Jangan memaksakan diri untuk datang ke Malang dari mereka. Toh, kita pun tidak akan memaksakan diri untuk datang kesana. Semua ini untuk keamanan dan kondusifnya Jawa Timur,” pungkas Achmad.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...