Anggota dari Polres Malang memberi baju dalamnya yang kering untuk dikenakan pada Reihan yang menggigil kehujanan ketika mencari keberadaan orangtuanya (Humas Polres Malang)
Anggota dari Polres Malang memberi baju dalamnya yang kering untuk dikenakan pada Reihan yang menggigil kehujanan ketika mencari keberadaan orangtuanya (Humas Polres Malang)

MALANGTODAY.NET – Ada sebuah kisah yang cukup mengharukan terjadi sebelum pertandingan final leg kedua Piala Presiden 2019 yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (12/4/2019).

Sebelum pertandingan berlangsung, hujan sempat mengguyur kawasan sekitar stadion. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB.

Di tegah riuhnya Aremania yang memadati kawasan Stadion Kanjuruhan, ada seorang anak kecil mungil dengan mengenakan seragam biru Arema FC kehilangan ibunya. Dia terlihat basah kuyup karena guyuran hujan.

Dengan kondisi menggigil dan kedinginan, bocah itu mendekati seorang Polwan dan salah satu perwira Polres Malang yang sedang stand by di depan pintu utama VIP Stadion Kanjuruhan.

“Disampaikan kalau dirinya sedang mencari orangtuanya. Bak melihat anak kandung sendiri, tak tega melihat wajah imut yang menggemaskan, bibirnya gemetar kedingingan, Iptu Sugik, Kasiwas Polres Malang, segera melepas baju dinasnya dan melepas kaos dalamnya yang berwarna cokelat bertuliskan ‘Polisi’. Dengan sigap, kaos yang basah kuyub itu segera dilepas dan menggantikannya dengan baju kering agar tidak bertambah kedinginan, dan segera membawanya ke ruang Panpel agar lebih hangat,” ungkap Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Sabtu (13/4/2019).

Patut Dicontoh

Anak kecil tersebut diketahui bernama Reihan. Dia berasal dari Gondanglegi. Selanjutnya, petugas dari Polres Malang dan Panpel Arema FC melakukan koordinasi untuk mencari keberadaan orangtua Reihan.

“Selanjutnya dari Panpel berusaha menginfokan, demikian juga intern jajaran Polres Malang, melalui alat komunikasi yang ada. Alhamdulillah, akhirnya Mami (panggilan Reihan kepada sang ibu) dari Reihan menanyakan kepada salah satu polisi yang sedang berjaga, dan akhirnya bisa dipertemukan,” terangnya.

Lebih jauh, Polres Malang sendiri memberi pujian atas keberanian Reihan saat terpisah dari orangtuanya di tengah kumpulan massa yang begitu banyak.

“Langkah Reihan cukup tepat, saat kesulitan dia menemui dan minta tolong kepada anggota Polri, dan tidak kepada orang lain yang tidak jelas. Langkah tindakan Reihan ini patut dicontoh dan sebagai referensi dalam memberikan pelajaran kepada anak dari orangtua. Bagi para orangtua, merupakan suatu pembelajaran, dalam situasi apapun tetap harus perhatikan keselamatan diri dan buah hati,” tandasnya. (Dhi/Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.