Laskar Anak

MALANGTODAY.NET – Tingginya angka kasus trafficking yang ada di wilayah Kabupaten Malang, diakui Hikmah bafaqih selaku Ketua Lembaga Pengembanngan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3TP2A) Kabupaten Malang, tidak semata-mata karena kurangnya penanganan, justru sebaliknya.

Ia menuding, daerah-daerah lain yang tidak memberikan pelayanan dan penanganan bisa jadi jumlah kasusnya lebih tinggi. Daerah yang layanannya bagus seperti Gresik, Sidoarjo, Tulungagung Wonosobo, dan Kabupaten Malang adalah daerah-daerah yang angka kasusnya tinggi.

“Karena adanya pelayanan yang baik, maka pendataan bisa dilakukan. Pendataan juga dilakukan dari jumlah laporan korban. Aduan dari korban itulah yang membuat data kita tinggi,” ujarnya di sela-sela Peringatan hari Anak Nasional di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada, Selasa (11/10).

Menurut Hikmah, tindak lanjut dari aduan yang berbentuk pelayanan yang baik, seperti nama-nama tetap dirahasiakan, anaknya diambil negara untuk dirawat dan disekolahkan. Akan membuat korban lebih terbuka melaporkan.

Kabupaten Malang selama ini menurutnya sudah melakukan penanganan dengan baik dari hulu sampai hilir. Artinya, penanganan yang ada meliputi pencegahan, penanganan, ada psikolog yang dilibatkan. Disamping itu sinergi dengan beberapa lembaga seperti Kepolisian, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Tinggi.

Selanjutnya sebagai langkah pencegahan, Kabupaten Malang juga membentuk sebuah lbadan yang disebut Laskar Anak. Terdiri dari 300 anak usia di bawah 18 tahun dari semua kecamatan. Prosesnya dengan bekerjasama dengan pihak Kecamatan untuk menentukan lima anak sebagai wakil kecamatan dalam Laskar Anak.

“Laskar Anak ini yang melaporkan kejadian. Karena kadang anak-anak lebih bisa terbuka kepada teman sebayanya. Bagi mereka yang tidak berani melaporkan ke gurunya atau orang tuanya, bisa melaporkan ke Laskar Anak, kemudian Laskar Anak meneruskan kepada kami,” imbuhnya. (ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda