MALANGTODAY.NET – Pengiat Seni sekaligus Ketua Dewan Kesenian Kota Batu, Fuad Dwiyono berkeinginan mengkonsep teater yang benar benar diperuntukkan bagi dunia anak-anak. Teater anak, begitu ia menyebut, adalah suatu konsep teater yang melibatkan peran aktif anak anak dalam teater itu sendiri. 

“Kita mengembalikan konsep anak-anak itu sendiri adalah salah satunya teater bermain atau konsep bermain. Konsep bermain  ini yang menurut saya sudah mulai hilang karena anak anak sekarang banyak yang dipaksakan menjadi orang dewasa,” urainya kepada malangtoday.net sesaat setelah memberikan materi pada workshop dasar teater anak, Senin (10/10).

Ia menilai, saat ini tak sedikit anak-anak dipaksa untuk mengikuti kemauan orang orang dewasa. Oleh karena dikonsep bermain ini, ia berusaha mengembalikan dunia anak. Ia mencontohkan, ketika membuat naskah cerita teater, tidak harus membuat naskah yang berat tetapi misalkan cerita atau konsep itu muncul dari anak  itupun tidak masalah.

“Karena anak-anak tampil kadang persepsi yang muncul adalah orang dewasa. Misalkan cerita Bawang Putih dan Bawang Merah, ok, ketika dibawakan orang dewasa mungkin kurang menarik tetapi ketika diperankan oleh anak anak ini menjadi menarik,” jelas Fuad.

Makanya dari itu, Fuad kemukakan,  sudut pandang dan pola pikir kita harus tahu pangsa pasar. ketika sebuah teater diperankan anak-anak, itu berarti menurutnya memang untuk anak-anak.

“Jangan sampai nanti anak anak berperan yang memberi kurator orang dewasa. Inilah yang dinamakan konsep bermain anak anak hilang ketika anak anak kehilangan diri sendiri, mereka hanya diperintah orang dewasa, ” pungkasnya. (ind)

Berikan tanggapan Anda