keju yang digunakan sebagai alat pembayaran di Italia

MALANGTODAY.NET – Seyogyanya kegiatan transaksi jual-beli dalam kehidupan sehari-hari menggunakan alat pembayaran yang sah, seperti uang. Tapi apa jadinya jika yang menjadi alat pembayaran justru barang-barang aneh, seperti; keju, air kencing, singkong, dan lain sebagainya.

Tentu hal ini mengingatkan kita pada jaman dahulu ya. Jaman di mana masih musim barter, yakni; menggunakan barang sebagai alat pembayaran. Tapi masa sih di jaman yang serba canggih seperti sekarang masih musim barter? Daripada kamu nggak percaya dan tetap penasaran lebih baik langsung saja simak ulasan MalangTODAY.net berikut ini;

Baca Juga: 5 Selebritis Dunia Ini Terkenal Playboy dan Akhirnya Berhasil Tobat

  1. Air Seni, di Dalam Tahanan 
ilustrasi air seni yang digunakan sebagai alat pembayaran (istimewa)

Kebanyakan penjara di dunia mewajibkan tahanannya melakukan sejumlah tes kesehatan. Salah satu tes kesehatan tersebut adalah pengujian penggunaan obat terlarang pada air seni. Oleh karena itu, air seni yang bersih menjadi komoditas mahal di dalam penjara.

Sebab, jika ada tahanan yang kedapatan memaki narkotika di dalam penjara hukumannya akan berat. Sehingga tak heran apabila mereka lantas menggunakan air seni ini sebagai alat pembayaran untuk barang atau jasa yang mereka inginkan.

  1. Keju, Italia
keju yang digunakan sebagai alat pembayaran di Italia (istimewa)

Kamu tentu heran jika mendapati keju dijadikan sebagai alat pembayaran. Namun kenyataannya, salah satu bank di Italia melakukan hal ini sejak ratusan tahun lalu. Untuk mendapatkan pinjaman modal, para pembuat keju menjadikan keju yang berjenis Parmiganbo Reggiano sebagai jaminan. Pinjaman ini biasanya bertenor dua tahun. Di mana selama itu yang dibutuhkan untuk keju berproses menjadi sempurna.

Baca Juga: Ternyata, Makan Nasi Goreng dengan Mentimun Berbahaya Loh! Kok Bisa?

  1. Kartu Isi Ulang Pulsa, Kongo
kartu voucher yang digunakan sebagai alat pembayaran di Kongo (istimewa)

Masyarakat Kongo banyak menggunakan kartu voucher isi ulang pulsa sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi. Hal ini dikarenakan banyaknya ponsel di negara tersebut, sehingga nilai benda itu rendah. Uniknya, para pejabat pemerintahan biasanya juga menggunakan kartu isi ulang tersebut sebagai alat suap.

  1. Batu Besar, Mikronesia
batu besar yang digunakan sebagai alat pembayaran di Mikronesia (istimewa)

Mikronesia, sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik sebenarnya sudah menggunakan mata uang dollar Dollar Amerika sebagai alat pembayaran. Namun sejumlah penduduk di Pulau Yap yang berada di negara ini masih menggunakan batu sebagai alat pembayaran. Nilai dari batu tersebut tergantung dari seberapa besar ukurannya. Semakin besar sebuah batu maka akan semakin mahal.

Baca Juga: Sebut Viva Kosmetik Bermerkuri, Mahasiswi Ini Dikecam Netizen

  1. Tutup Botol, Kamerun
tutup botol yang digunakan sebaga alat pembayaran di Kamerun (istimewa)

Masyarakat Kamerun banyak yang menggunakan tutup botol bir sebagai alat pembayaran. Tutup botol biasanya digunakan untuk membeli barang kecil atau jasa bernilai murah. Tutup botol sebagai alat pembayaran di negara ini bermula dari sebuah perusahaan bir setempat yang menawarkan sejumlah hadiah di balik tutup botolnya.

Tak tanggung-tanggung hadiah yang ditawarkan pun mulai dari bir gratis sampai liburan mewah. Namun cara ini sebenarnya adalah akal-akalan perusahaan bir untuk menarik konsumen dan memenangkan persaingan pasar.

  1. Singkong, Pisang, Bebek atau Hasil Pertanian, Indonesia
ilustrasi singkong yang digunakan sebagai alat pembayaran di Probolinggo (istimewa)

Di Probolinggo tepatnya di Desa Andung Biru, Desa Tiril, Desa Sumber Duren, dan Desa Roto masyarakatnya menggunakan singkong, pisang, bebek, ayam, dan hasil pertanian lainnya sebagai alat pembayaran. Mereka menggunakan alat pembayaran ini untuk membayar tagihan listrik setiap bulan.

Baca Juga: Inilah 5 Fakta Kerasnya Hidup Wanita Korea Utara, Kamu Gak Akan Kuat

Transaksi ini pun sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2011 lalu. Di mana ke-empat desa tersebut baru menikmati aliran listrik. Aliran listrik ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas 40 kiloWatt (kW) yang merupakan pembangkit bantun dari PT. Perusahaan Gas Negara.

  1. Kerang, Kepulauan Solomon
kerang yang digunakan sebagai alat pembayaran di Kepulauan Solomon (istimewa)

Di Kepuluan Solomon masyarakatnya masih memegang teguh adat dan istiadat mereka. Hal ini terbukti dari digunakannya kerang sebagai alat pembayaran di Pulau tersebut, dan disebut dengan shell money.

Baca Juga: Air Toilet dan Air Mineral Sama Baiknya, Ah Masa Sih?

Mereka biasanya menggunakan shell money untuk upacara, menyelesaikan sengketa, membayar tanah atau biaya pernikahan. Tentunya, kerang yang digunakan sebagai alat pembayaran melewati proses pembuatan yang tergolong rumit dan membutuhkan waktu yang lama.


Penulis       : Dian Tri Lestari
Editor        : Dian Tri Lestari

Loading...