Air, Masih Jadi Kendala Utama Pertanian Indonesia
Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono

MALANGTODAY.NET – Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyebutkan, salah satu permasalahan utama dalam pertanian Indonesia bukanlah lahan. Melainkan irigasi yang di rasa masih jauh dari cukup. Sebab, dari 7,3 hektare lahan irigasi, hanya 11 persen saja yang dijamin oleh bendungan di seluruh Indonesia.

Dia menyebutkan, saat ini Indonesia memiliki 230 bendungan untuk mengairi lahan yang lebih dari tujuh hektare tersebut. Sehingga, tahun ini pihaknya telah membangun 65 bendungan baru. 15 diantaranya merupakan proyek kelanjutan, dan sisanya adalah baru.

“Dengan jumlah itu, hanya akan menaikkan 19 persen saja,” jelasnya.

Tanpa bendungan, lanjutnya, proses pengairan akan sangat sulit diatur. Sehingga, pembangunan bendungan harus dilakukan dalam jangka panjang. Sedangkan untuk jangka pendek, pemerintah akan melakukan rehabilitasi kepada beberapa titik irigasi yang tersebar di Indonesia.

Salah satu lahan yang akan dibenahi menurutnya terletak di daerah Kedung Ombo. Lahan irigasi seluas 60 hektare itu ternyata tidak pernah disentuh sama sekali selama 20 tahun terakhir. Sehingga memerlukan pembenahan secepat mungkin.

“Selain itu, bendungan juga dirasa penting untuk mengantisipasi hujan, seperti musim hujan salah satunya,” urai pria ramah ini.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution menambahkan, Indonesia sudah memiliki lahan sawah yang cukup. Sementara irigasi, masih jauh dari cukup. Tak sedikit pengairan bagi sawah itu yang mengalami kerusakan dan membutuhkan pembenahan secepat mungkin.

“Jangan buat irigasi baru yang gede-gedean, lebih baik perbarui yang lama. Karena selain memakan biaya lebih murah, tapi juga lebih efisien,” papar Darmin.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here