MALANGTODAY.NET – Sebagai sekolah dengan siswa yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, SMAK Kolase Santo Yusup tentu memiliki kekayaan budaya yang luar bisa. Potensi besar ini tidak disia-siakan begitu saja, terutama dalam mengedukasi siswa untuk lebih mencintai budaya nusantara. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar Adu Wawasan Antar Siswa (AWAS).

Kepala Sekolah SMAK Kolase Santo Yusup Malang, Petrus Harjanto mengatakan, AWAS merupakan salah satu wadah yang dibuat untuk menyalurkan kreatifitas siswa. Sehingga, siswa dapat mengekspresikan kelebihannya, dan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.

img20161029093254

“Selain itu tujuan digelarnya AWAS ini juga untuk menanamkan rasa saling menghargai antar sesama,” katanya pada MALANGTODAY.NET beberapa menit lalu.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan  dengan mengusung berbagai macam bentuk perlombaan. Mulai dari lomba sciense, mini bazar nusantara, lomba drama bahasa Inggris, debat, lomba melukis, hingga lomba pembuatan miniatur gunung berapi.

Dalam bazar nusantara, lanjutnya, setiap siswa yang tergabung dalam JASSA (Jalinan Asih Siswa Sedaerah atau se SMP Asal) akan menampilkan beragam kekayaan daerah asalnya. Baik pernak pernik asal daerahnya, sampai olahan kuliner yang memang selalu dirindukan para siswa yang berasal dari berbagai daerah.

img20161029095530

“Ide kegiatan ini juga terinspirasi oleh peringatan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda,” tambahnya.

Pria ramah ini menambahkan, selain AWAS, kegiatan lain yang dilakukan dalam meningkatkan nasionalisme siswa adalah Pelangi Bangsaku, yang dilakukan setiap dua tahun sekali. Pelangi Bangsaku tersebut sifatnya lebih besar dan terbuka untuk umum. Karena selain mendapat pendanaan dari sekolah, kegiatan tersebut juga disupport oleh pemerintah daerah masing-masing asal siswa.

“Sebelumnya Pelangi Bangsaku diselenggarakan setiap satu tahun sekali, tapi karena kegiatan akbar, maka kami memutuskan diselenggarakan setiap dua tahun sekali, dan dijedanya dilakukan AWAS ini,” pungkasnya.