Mendikbud Kurang 'Sreg' dengan Kelas Akselerasi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy. (Pipit)

MALANGTODAY.NET – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Mendikbud), Muhadjir Effendy menilai, pendidikan sekolah di Indonesia ini masih sangat seragam. Hal ini sangat disayangkan, sebab, Indonesia memiliki keberagaman dan potensi anak yang selalu berbeda antara yang satu dengan yang lain.

“Supaya sekolah punya branding, jangan serba seragam, anak itu kan punya kecenderungan,” katanya.

Dia menyebutkan, sejauh ini pendidikan selalu ditekankan hanya pada beberapa mata pelajaran saja. Sedangkan anak, memiliki kreatifitas dalam bidang lain yang memang harua didukung. Dicontohkannya untuk anak yang gemar dalam bidang kesenian bernyanyi misalnya, yang seharusnya didukung dengan berbagai fasilitas yang pas. Sehingga, anak memiliki kesempatan untuk lebih mengembangkan kemampuannya itu.

“Jangan yang karena nggak bisa berhitung matematika itu sudah dipandang sebagai anak yang tidak bisa,” papar Muhadjir.

Menururnya, sekolah juga harus lebih terbuka dengan masyarakat. Managemen yang digunakan harus berbasis keterbukaan, dengan begitu perkembangan sekolah akan meningkat seiring dengan kepercayaan yang diberikan kepada sekolah.

“Terutama untuk sekolah pendidikan dasar, biaya operasional sekolah itu sifatnya hanya starter, dan biaya lain bisa dicari dengan cara halal, dan bukan pungli,” jelasnya.

Salah satu cara yang bisa digunakan, lanjut Muhadjir, dengan menggali lebih dalam alumni yang meraih kesuksesan, untuk kemudian digandeng dalam program memajukan keaejahteraan sekolah dan pengembangannya.

“Saya rasa nggak ada ya Presiden yang nggak pernah sekolah di SD,” guraunya. (mmg).

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda