5 Gunung Berapi Paling Berbahaya di Dunia, 2 Ada di Indonesia
Krakatau@Traveljoy Indonesia

MALANGTODAY.NET– Gunung menjadi salah satu pilihan traveler untuk menghabiskan liburan. Banyak keindahan yang disuguhkan selama perjalanan menuju ke puncak gunung. Udara yang segar dan suasana alam yang masih sangat alami menjadi salah satu alasan.

Namun, tahukah kamu dibalik keindahan dari gurung non-aktif ini dulunya pernah dinobatkan sebagai gunung berbahaya di dunia dari jumlah banyak korban saat terjadi letusan. Nah gunung manakah itu?, check this out!.

Baca Juga: 7 Tas Ibu Negara Ini Harganya Selangit! Lihat Punya Iriana Jokowi

1. Taal, Filipina

Taal, Filipina@awesci.com

Gunung pertama yang dinobatkan sebagai gunung berapi paling berbahaya di dunia. Gunung Taal terlatak di Kepulauan Luzon tepatnya di tengah danau Taa, Filipina. Taal merupakan gunung berapi aktif terkecil di dunia dengan ketinggian yang hanya 700 meter. Namun siapa sangka dibalik ukuran yang kecil, letusan gunung ini mampu mengguncangkan dunia.

Sebanyak 33 kali letusan dan diperkirakan sekitar 5.000 hingga 6.000 korban tewas akibat letusan. Sejak letusan terakhir gunung ini menjadi pilihan tempat berlibur favorit di Filipina.

2. Nevado del Ruiz, Colombia

Nevado del Ruiz, Colombia@Frontera Informativa

Gunung berapi aktif tertinggi di Pegunungan Andes, Kolombia ini terletak di perbatasan departemen Caldas dan Tolima di Kolombia. Dinobatkan sebagai gunung paling berbahaya di dunia karena gas panas atau yang disebut aliran piroklastik mengancam kehidupan manusia selama bertahun-tahun.

Pada tahun 1985 silam terjadi letusan gunung ini yang menghancurkan kota yang berdiri di sekitar gunung dan menewaskan lebih dari 25.000. Asap beracun dari gunung berapi Nevado del Ruiz dianggap sebagai asap paling mematikan dalam sejarah.

3. Michoacan-Guanajuato, Mexico

Michoacan Guanajuato, Mexico@Geographic.org

Baca Juga: Jika Kalian Berzodiak Berikut, Kalian Adalah Seorang Penggoda!

Sebelum terjadi letusan anatara tahun 1943 dan 1952, gunung ini menjadi salah satu gunung yang kemunculanya disaksikan oleh penduduk Paricutin. Terletak di Meksiko Tengah gunung ini memiliki bentuk lapangan kerucut cinder. Letusan gunung ini mengalirkan lahar keseluruh daratan dan menghancurkan desa Paricutín dan San Juan Parangaricutiro.

Selama sembilan tahun gunung berapi Paricutin terus meletus, meski letusan didominasi oleh letusan yang relatif tenang, akan tetapi menghanguskan 25 kilometer persegi tanah disekitarnya.

4. Krakatau, Indonesia

Krakatau@Traveljoy Indonesia

Krakatau terletak di antara pulau Jawa dan Sumatra di wilayah Indonesia. Letusan besar-besaran yang terjadi pada tahun 1883 masih tak terlupakan di antara orang-orang yang tinggal di sekitar. Puncak letusan terjadi tahun 1883, kekuatan setara 150 megaton TNT, 10.000 kali lebih kuat dari kekuatan bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki. Ledakan gunung ini memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 35.000 orang.

Suara ledakan dan gemuruh letusan Krakatau terdengar sampai radius lebih dari 4.600 km hingga terdengar sepanjang Samudera Hindia, dari Pulau Rodriguez dan Sri Lanka di barat, hingga ke Australia di timur.

Baca Juga: Tak Kalah dari Lukisan Monalisa, Ini Lukisan Menyeramkan “Oei Hui Lan” yang Asli Indonesia!

5. Tambora, Indonesia

Tambora, Indonesia@Jialiang Gao-wikimedia commons

Gunung Tambora adalah gunung berapi komposit, yang sejauh ini dianggap sebagai gunung berapi paling berbahaya dalam sejarah dalam hal jumlah korban tewas. Terletak di Kepulauan Sunda Kecil di Indonesia, gunung berapi berdiri di titik tertinggi di kepulauan Indonesia.

Ledakan itu dialami pada 1815 yang begitu mengerikan, suara ledakan gunung Tamboran bisa didengar sejauh 2.000 kilometer hingga Maluku. Letusan gunung Tambora menewaskan sebanyak 100 ribu jiwa meninggal di wilayah sekitar Pulau Sumbawa dan 200.000 jiwa secara global.


Kontributor: Ludwika Khusnaini
Editor       : Endra Kurniawan