Tahun 2016, Puluhan Jiwa Melayang Akibat Kecelakaan Jalan Raya
Gelar pasukan Operasi Zebra Semeru 2017 di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Berdasarkan data Operasi Zebra tahun 2016 lalu sebanyak 84 orang di Kabupaten Malang, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 58 persen dibanding periode tahun 2015.

Selain itu, sebanyak 537 kecelakaan lalu lintas terjadi pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2016. Jumlah tersebut meningkat 105 kejadian atau 24 persen di banding tahun 2015 sejumlah 432 kejadian.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan bahwa dalam mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya.

Nantinya, hal itu akan menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas).

“Guna mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi Kamseltibcarlantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder, supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas,” kata AKBP Yade Setiawan Ujung saat Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2017 di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Rabu (1/11).

Ujung menambahkan jika jumlah pelanggaran lalu lintas tahun 2016 mencapai 80.448 pelanggaran. Dengan rincian sebanyak 68.011 lembar tilang dan 12.437 teguran.

“Oleh sebab itu diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas. Sehingga dapat meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Sekpri Wakapolri itu menjelaskan jika pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2017 sasaran di fokuskan pada satu target, yaitu kendaraan yang melawan arus kecuali di jalan tol, disesuaikan dengan pelanggaran di jalan tol.

Lalu ada yang lain seperti, naik-turun penumpang, melintas di bahu jalan, menggunakan rotator, lampu blitz, strobo serta plat nomor tidak sesuai spesifikasi.

“Mencermati hal itu, diharapkan pada semua stakeholder mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik, secara taktis, teknis maupun strategis. Agar potensi pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi bisa diminimalisir,” pungkasnya. (Mas/Ans)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda