Tanpa Imsak, Ternyata Begini Tradisi Sahur di Zaman Rasulullah
ilustrasi orang arab bersantap sahur @cdn.klimg.com
ads

MALANGTODAY.NET – Meski bukan sesuatu yang wajib, Rasulullah menghimbau agar umatnya melakukan sahur di bulan Ramadan. Dalam sebuah hadist, Rasul pun pernah bersabda; “Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu penuh dengan barakah” (HR. Ahmad). Mengingat sangat pentingnya sahur, Rasulullah pun memerintahkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur meski hanya dengan seteguk air.

Agar orang bisa sahur, warga pun melakukan berbagai cara untuk membangun orang dari tidur, mulai dari melakukan siaran di masjid, memukul kentongan keliling kampung, dan lain sebagainya. Tapi pernah nggak sih kamu tahu bagaimana cara membangunkan orang sahur di zaman Rasulullah dulu? Jika, kamu belum tahu. Yuk, cari tahu dengan ulasan di bawah ini!

Baca Juga: Jangan Khawatir, Ini Lho 4 Tips Nyaman Berhijab Saat Ramadan

  1. Azan Bilal Bin Rabah Penanda Waktu Sahur Dimulai
ilustrasi azan bilal bin rabah (istimewa)

Pada jaman Rasulullah tentunya belum ada pengeras suara atau alat lain yang memadai untuk membangunkan sahur seperti sekarang. Oleh karena itu, cara membangunkan umat muslijn untuk bersantap sahur zaman Rasulullah dilakukan secara terpusat dengan azan.

Rasulullah lantas meminta Bilal bin Rabah untuk berazan guna membangunkan masyarakat muslim bersantap sahur. Azan ini juga berfungsi sebagai tanda diperbolehkannya memulai sahur.

  1. Azan Abdullah Bin Ummi Penanda Waku Sahur Usai
ilustrasi-adzan (istimewa)

Jika waktu mulai sahur dengan azan yang dikumandangkan Bilal bin Rabah, maka saat sahur usai Abdullah bin Ummi lah yang mengumandangkan azan. Azan yang dikumandangkan Abdullah ini juga menandakan telah masuknya waktu subuh. Dan asal kamu tahu, di zaman itu tidak ada istilah imsak seperti sekarang. Nggak kebayang kan gimana jika kita hidup di masa itu dan kelewatan mendengarkan azan?

Baca Juga: Masih Single Saat Ramadan? Bahagia Aja Lagi, Kamu Masih Dapat 5 Keutamaan Ini!

  1. Waktu Sahur
ilustrasi orang arab bersantap sahur @cdn.klimg.com

Masuknya waktu sahur tentu dijelaskanb oleh Rasulullah dalam sebuah hadist. Kala itu, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Bilal azan pada waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai terdengar azan Ibnu Maktum” (HR. Bukhari). Dan saat bersahur tentunya umat di masa Rasulullah menyantap hidangan yang berupa; roti, daging, atau kurma.

  1. Membangunkan Sahur Bangsa Arab Masa Kini
mesaharaty, pria pemukul gendang yang bertugas untuk membangunkan orang sahur di Arab @Reuters/Jamal Saidi

Jika bangsa Arab di masa Rasulullah membangunkan umat muslin untuk sahur hanya dengan azan, lalu bagaimana dengan bangsa Arab masa kini? Ternyata, mereka menerapkan cara yang hampir sama dengan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Wah, 3 Pemain Liverpool Ini Dikasih Sajadah Gratisan Menjelang Ramadan

Penduduk islam di sekitar Makkah memiliki kelompok-kelompok yang bertugas membangunkan orang sahur, atau yang disebut dengan mesaharaty. Para mesaharaty ini ditugaskan untuk keliling kampung dengan menggunakan fanus (lentera khas Arab) dan menabuh duf al-bafaz atau sejenis alat seperti gendang yang berirama. Selain itu, mereka meneriakkan semacam yel-yel untuk memecahkan keheningan di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana cara membangunkan sahur saat jaman Rasulullah. Meski pun hanya dengan azan, umat muslim pada saat itu sangat bersemangat untuk menunaikan ibadah sahur. Kamu yang sekarang dibangunkan untuk sahur dengan berbagai cara, bahkan sampai dengan alarm hp yang menempel di telinga, harusnya lebih bersemangat ya!


Penulis       : Dian Tri Lestari
Editor        : Dian Tri Lestari