Ilustrasi Bumi datar (Ummatpos)
Ilustrasi Bumi datar (Ummatpos)

MALANGTODAY.NET – Konten-konten konspirasi adalah jenis konten yang paling banyak menimbulkan kontroversi. Konten ini pula yang banyak mendulang pemirsa dalam satu kali penayangannya. Sayangnya, beberapa konten tersebut dinilai hanya akan membahayakan para penontonnya.

Jika penonton menelan mentah-mentah informasi tersebut tanpa memiliki dasar wawasan yang mantap maka bukan tidak mungkin konten tersebut akan menyesatkan. Seperti jenis konten yang sempat viral bebrapa tahun terakhir, konspirasi Bumi Datar.

Banyaknya konten konspirasi Bumi Datar yang diupload di Youtube membuat Youtube akhirnya memutuskan untuk mengurangi peredaran konten-konten serupa dalam rekomendasi videonya.

“Kami akan mulai mengurangi rekomendasi konten yang kebenarannya meragukan dan berpotensi memberikan misinformasi ke pengguna dengan cara yang berbahaya,” tulis YouTube dilansir dari Kompas.com (27/1/2019).

Tak hanya konten konspirasi Bumi Datar yang menjadi sorotan Youtube, melainkan juga konten-konten dengan potensi hoaks besar. Beberapa diantaranya yakni mengenai konten sejarah palsu, peristiwa hoaks, dan penyembuhan palsu suatu penyakit.

“Seperti misalnya video yang mempromosikan penyembuhan palsu untuk penyakit serius, mengklaim Bumi berbentuk datar, atau klaim keliru terkait sejarah peristiwa, seperti 9/11,” ungkap Youtube.

Untuk melancarkan hal tersebut, Youtube akan menggandeng beberapa pakar untuk mengevaluasi konten-konten serupa yang diunggah pengguna. Meskipun begitu, konten serupa ini tidak benar-benar dihilangkan oleh Youtube. Youtube hanya membatasi munculnya konten tersebut.

“Para pengevaluasi dan pakar akan dilatih tentang sistem rekomendasi untuk menilai video-video ini,” sambung Youtube.

Keputusan ini diambil Youtube mengiungat Youtube merasa perlu untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai penyedia platform.

“Kami rasa, perubahan ini merupakan upaya kami membuat YouTube bisa seimbang mengakomodir kebebasan berpendapat, namun juga menjalankan tanggung jawab kami kepada pengguna platform kami,” tutup YouTube dilansir dari Detik (26/1/2019). (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.