MALANGTODAY.NET – Kabar mengejutkan datang dari perusahaan Internet multinasional yang berpusat di Sunnyvale, California, Amerika Serikat (AS), yaitu Yahoo. Setelah  sekitar 500 juta lebih data penggunanya di curi, ternyata mereka pun memata-matai data penggunanya atas perintah dari lembaga pemerintah Amerika Serikat.

Ternayata  Yahoo Inc diam-diam membuat program perangkat lunak untuk bisa mencari informasi tertentu milik pengguna layanan e-mail, yang diperintahkan oleh intelijen AS.

Langkah yang dilakukan Yahoo! dipercaya sebagai contoh yang baik, di mana sebuah perusahaan internet memiliki tujuan untuk memata-matai penggunanya dan tunduk kepada permintaan Badan Kemanan Nasional.

Salah satu situs web terbesar di Negeri Paman Sam itu memata-matai ratusan juta akun e-mail sebagai permintaan dan perintah dari NSA dan FBI.  Dilansir okezone, laporan tersebut datang dari dua mantan karyawan dan orang ketiga yang mengetahui program tersebut.

Tak jelas informasi apa yang dicari oleh lembaga intelijen tersebut, namun menurut sumber, yang jelas mereka hanya mencari email yang mengandung karakter, kata, ataupun kalimat sesuai dengan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Keputusan CEO Yahoo, Marissa Mayer, untuk mematuhi perintah NSA dan FBI menyebabkan pro dan kontra di kalangan eksekutif senior sejak satu tahun lalu. Pada Juli 2015, Chief Information Security Officer Yahoo, Alex Stamos, bahkan memutuskan hengkang dan kini menjadi bagian dari Facebook.

Sementara itu, pihak Yahoo hanya mengatakan bahwa perusahaannya berusaha menaati peraturan. “Yahoo! adalah perusahaan yang taat hukum, dan menaati hukum di negara Amerika Serikat,” ungkap salah seorang perwakilan Yahoo!.  Selain itu, pihak NSA pun menolak untuk memberikan komentarnya. (okz/ind)

Berikan tanggapan Anda