Bumi Diserbu Sinyal Asing dari Galaksi Lain, Halo Alien?
Ilustrasi ruang angkasa @The Wire

MALANGTODAY.NET – Beberapa waktu belakangan, bumi sedang diserbu oleh sinyal-sinyal asing yang datangnya dari galaksi lain. Sinyal ini sangat tipis keberadaannya dan cepat menghilang hanya dalam hitungan milisekon. Sinyal radio misterius (fast radio burst/FRB) yang diterima bumi ini berbentuk semacam kilatan energi dari jarak yang amat sangat jauh.

Belum diketahui pasti dari mana datangnya FRB ini. Banyak spekulasi yang beredar, di antaranya adalah dugaan dari supernova yang sangat besar hingga sinyal dari pesawat alien. Hal ini dikonfirmasi dalam sebuah riset ilmiah yang telah dipublikasikan di jurnal Nature. Keberadaan FRB ini berhasil ditangkap oleh teleskop-teleskop milik Australia.

Baca Juga: Nganggur Mulu, Ini lho Ada 4 Aplikasi Pencari Kerja Terbaik Buat Para Pengangguran

“Kami menemukan 20 FRB dalam satu tahun. Jumlahnya nyaris dua kali lipat dari jumlah FRB yang dideteksi di seluruh dunia sejak pertama kali ditemukan pada 2007,” ujar peneliti utama riset ini, Ryan Shannon sebagaimana dikutip dari Kumparan.com.

Dalam riset ini, Shannon dan peneliti lainnya menggunakan Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP), yaitu rangkaian alat seperti 36 antena yang berjejeran dan terhubung pada satu teleskop radio. Dengan alat ini, Shannon dan kawan-kawan berhasil menangkan 20 FRB dan berhasil memperkirakan jarak yang ditempuh masing-masing sinyal melintasi alam semesta.

Baca Juga: Tak Selamanya Jaya, 17 Produk Google Ini Gagal Total

“Gelombang kemudian mencapai Bumi dengan panjang gelombang yang berbeda yang kemudian ditangkap teleskop pada waktu yang agak sedikit berbeda,” tukas ahli senior International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR), Jean-Pierre Macquart.

Menurut Macquart, FRB dapat membantu astronom untuk memahami berbagai material yang ada di galaksi yang berbeda. Keberadaannya dapat menemukan berbagai zat di alam semesta. “FRB bisa dijadikan semacam mercusuar kosmik,” ujar Macquart.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar