Ledakan meteor di atmosfer Bumi (@Simon Proud)
Ledakan meteor di atmosfer Bumi (@Simon Proud)

MALANGTODAY.NET – Ketika mendengar kata meteor, kemungkinan yang berada di benak kita adalah keindahan melihat lesatan cahaya di gelapnya langit malam. Namun, yang sebenarnya terjadi justru sebaliknya.

Meteor dapat dikatakan sebagai batu angkasa yang bisa saja meledak atau terbakar saat bergesekan dengan atmosfer Bumi. Saat terjadi demikian, daya ledaknya bisa berkali-kali lipat dari bom atom yang pernah dibuat manusia.

Kabar terakhir, NASA baru saja mengungkapkan adanya ledakan meteor raksasa yang terjadi di atsmosfer Bumi. Ledakan tersebut sudah terjadi pada 18 Desember 2018 lalu.

Daya ledak dari meteor tersebut yaitu sebesar 173 kiloton atau 10 kali lipat lebih dahsyat daripada bom atom Hiroshima, Jepang. Ledakan yang terjadi di atas wilayah laut Bering, dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia ini merupakan yang terbesar selama 30 tahun terakhir dilansir dari BBC dan CNN (19/3/2019).

Menurut perkiraan para ilmuwan, meteor tersebut meledak pada siang hari pada jarak 25,6 kilometer dari permukaan Bumi. Kecepatan yang ditempuhnya saat itu adalah 32 km/detik.

Meteor yang meledak kali ini masuk dalam kategori fireball. Fireball adalah sebutan untuk meteor yang berukuran sedang dan cahayanya cukup terang. Ukurannya bisa dikatakan demikian jika dibandingkan dengan ukuran-ukuran meteor yang lainnya yang nampak tipis.

Meskipun dikatakan sebagai meteor raksasa yang daya ledaknya cukup dahsyat, nyatanya jika dilihat dari satelit hanyalah seperti titik kecil. Salah satu satelit yang berhasil menangkap kejadian tersebut yakni satelit himawari milik Jepang. (AL)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.