Medan magnet Bumi (NASA History)
Medan magnet Bumi (NASA History)

MALANGTODAY.NET – Masyarakat sempat dihebohkan dengan perubahan kutub magnet Bumi. Beberapa diantaranya beranggapan bahwa perubahan ini akan juga mengubah sebutan arah utara dan selatan yang selama ini kita kenal. Tapi ternyata hal ini tidak demikian.

Berangkat dari pengertian kutub magnet Bumi. Kutub magnet Bumi muncul disebabkan oleh adanya lautan besi panas  yang kental dan terus berputar di inti Bumi. Magnet di dalam Bumi ini kemudian memiliki peran untuk melindungi Bumi dari badai angin Matahari.

Sebagai gambaran, yang dimaksud dengan badai angin Matahari sebetulnya sama dengan pengertian magnet di dalam Bumi tadi. Hanya saja ada energi yang begitu kuat yang dihembuskan oleh Matahari sehingga bisa membahayakan objek-objek langit di sekitarnya termasuk Bumi.

Dari pengertian tersebut, jelas ada perbedaan dengan arah magnet utara-selatan yang selama ini kita kenal. Selama ini yang kita kenal ada pengertian utara-selatan menurut geografis.

Kembali lagi ke perubahan kutub magnet Bumi. Peran kutub magnet Bumi yang sangat penting ini kemudian bisa mengalami penuruan performa. Kekuatannya melindungi Bumi bisa melemah seiring berjalannya waktu dan mengikuti siklus.

Dilansir dari Live Science melalui Kompas.com (2/2/2019), Direktur Ilmiah Niemegk Geomagnetic Observatory Jerman, Monika Korte menyatakan bahwa perubahan medan magnet Bumi ini berlangsung secara perlahan dan dalam waktu yang lama.

“Setelah mengumpulkan tenaga, mereka berkumpul di ujung-ujung yang berlawanan,” ujar Monika.

Melemahnya medan magnet ini bisa berpengaruh terhadap  satelit-satelit yang mengorbit di wilayah pusat medan magnet tersebut.

“Penurunan ini bepusat pada Kutub Selatan yang luas, dari Zimbabwe hingga Chile, dan dikenal sebagai Anomali Atlantis Selatan. Kekuatan medan magnet di sana sangat lemah sampai membahayakan satelit yang mengorbit di atas wilayah tersebut. Medan magnet tidak lagi melindungi mereka dari radiasi yang menganggu elektronik satelit,” ungkap peneliti dari University of Rochester, John Tarduno dan Vincent Hare.

Selain itu, peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyatakan bahwa kutub medan magnet yang berada di belahan Bumi Utara kini telah bergeser ke Siberia. Hal ini kemudian dinyatakan akan berdampak pada sistem navigasi lalu lintas udara maupun laut. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.