Komet Wirtanen yang diambil pada 26 November 2018 (EarthSky)
Komet Wirtanen yang diambil pada 26 November 2018 (EarthSky)

MALANGTODAY.NET – Perayaan Natal kian dekat, umat pun bersuka cita menyambutnya. Tidak hanya umat, alam pun menyambut dengan suka cita.

Salah satunya melalui fenomena alam berupa kemunculan komet. Pada Desember 2018 ini, ada satu komet yang sedang mendekat ke Bumi dan akan muncul di langit malam. Komet itu bernama 46P/Wirtanen.

Baca Juga  Trik Jitu Lihat dan Abadikan Momen Super Blue Blood Moon Malam Ini!

Sebagaimana diketahui, komet adalah salah satu benda langit yang beredar mengelilingi Matahari. Orang biasa menyebutnya sebagai bintang berekor. Sayangnya, benda langit yang terbentuk dari es dan debu ini bukanlah bintang.

Diperkirakan, komet Wirtanen ini memiliki diameter 1,2 kilometer. Wah, terdengar sangat lebar ya. Nyatanya tidak! Kita akan melihatnya berukuran sangat kecil di langit. Ya, tentu saja karena jaraknya sangat jauh dari kita.

Pada saat perihelion (jarak terdekat) 16 Desember nanti, jarak komet ini dengan Bumi adalah 0.078 Satuan Astronomi atau 11,7 juta Km.

Lintasan komet 46P Wirtanen untuk tanggal 11-30 Desember 2018 (cometwatch)
Lintasan komet 46P Wirtanen untuk tanggal 11-30 Desember 2018 (cometwatch)

Komet yang ditemukan pada 17 januari 1948 ini akan nampak dari rasi Cetus menuju rasi Taurus. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada 17 Desember mendatang. Saat itu, komet Wirtanen dapat ditemukan di dekat gugus bintang Pleiades dalam rasi Taurus.

Fase Bulan pada tanggal 17 Desember nanti adalah fase Bulan Separuh. Pada fase ini, cahaya Bulan masih bisa dikatakan tidak terlalu mengganggu kenampakan komet dari permukaan Bumi.

Baca Juga  Nggak Sempat Lihat, Ini Link Streaming Gerhana Bulan Total 28 Juli

Dilansir dari cometwatch.co.uk, magnitudo visual (tingkat terang bintang jika diamati dari Bumi dengan mata telanjang) komet Wirtanen pada Desember 2018 adalah 4.5. Dengan nilai magnitudo tersebut, komet Wirtanen dapat diamati melalui binokuler bahkan mata telanjang.

Perlu diingat, jika mengamati dengan mata telanjang usahakan kamu berada di lokasi yang gelap alias jauh dari polusi cahaya. Lebih baik lagi jika kamu mengamatinya menggunakan teleskop.

Sebagai komet yang tergolong redup, kenampakan komet berperiode orbit 5,4 tahun ini nantinya mungkin kurang memuaskan ekspektasi publik. Sebab, ekor cahayanya tidak terlalu nampak seperti di gambar-gambar komet yang beredar luas.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.