Jarang Diketahui, Ini 4 Fakta Kelamnya Facebook
Mark Zuckerberg pendiri Facebook @istimewa

MALANGTODAY.NET Tidak terasa, Facebook sudah beroperasi sejak 15 tahun lamanya atau lebih tepatnya pada 4 Februari 2004 lalu. Banyak hal yang telah dilalui oleh platform yang dibuat oleh Mark Zuckerberg tersebut.

Menurut laporan CNBC, Facebook kini telah mencapai 2 miliar lebih pengguna. Bahkan kekayaan Mark Zuckerburg telah mencapai angka 80 miliar dollar Amerika Serikat.

Pengguna aktif harian tercatat 1,49 miliar dibandingkan perkiraan pasar 1,51 miliar, menurut FactSet dan StreetAccount. Sementara itu, pengguna aktif bulanan tercatat 2,27 miliar atau lebih rendah dari 2,29 miliar yang diperkirakan.

Dalam perjalanannya sosial media yang identik dengan warna biru itu kerap mengalami masalah. Seperti penyalahgunaan data, kebocoran akun pengguna, dan masih banyak lagi.

Namun ada juga yang lebih fakta kelam yang dimiliki Facebook. Berikut deretan fakta-fakta tersebut!

1. Pembuatan Facebook diawali dengan mencuri ide.

Mark Zuckerberg memiliki tampilan situs thefaceboolProyek web pertama bernama Facemash. Web tersebut diduga jiplakan dari situs populer ‘Hot or Not’ yang mengoleksi foto mahasiswa Harvard secara ilegal.

Atas tindakannya itu, pria lulusan Harvard tersebut hampir saja dikeluarkan dari kampusnya. Akan tetapi, sisi baiknya adalah setelah itu ia menerima pekerjaan dari Cameron dan Tyler Winklevoss untuk mengerjakan situs jejaring sosial mereka, ‘harvardconnection.com’.

Saat mengerjakan situs itulah secara diam-diam Mark menggunakannya untuk ‘thefacebook.com’. Kedua situs itu sangat mirip, mulai dari tampilan hingga syarat-syarat untuk memiliki akun.

2. Eksperimen rahasia.

Facebook meluncurkan eksperimen rahasia bersama Cornell dan University of California untuk memanipulasi emosi sekitar 689 ribu penggunanya pada tahun 2014 lalu. Penelitian yang bertujuan untuk meneliti ‘penularan emosional’ ini dilakukan dengan sengaja memanipulasi informasi yang muncul dalam news feed pribadi obyek penelitian.

Contoh dari fitur ini ialah menyembunyikan posting positif dari teman-teman untuk memunculkan ekspresi negatif. Masalahnya, para pengguna yang menjadiobyek penelitian tidak diberitahu akan hal itu dan pihak Facebook pun menolak untuk meminta maaf karena telah melanggar privasi.

3. Facebook Messenger.

Masih di tahun yang sama, Facebook memanfaatkan Facebook Messenger dengan membuat aplikasi tersendiri yang memberikan keleluasaan kepada perusahaan pengiklan untuk mengakses data pribadi pengguna.

Pengaturan privasi Facebook Messenger mengijinkan mereka untuk mengakses catatan panggilan dan SMS, rekaman audio dan video serta membaca data lain seperti alamat email dan nomor telepon.

Meskipun Facebook meyakinkan bahwa mereka tidak akan menyalahgunakan data-data itu, tapi nyatanya pada tahun 2011 Facebook kedapatan melacak data log out para pengguna.

4. Peninjauan Konten.

Dengan imbalan 1 dolar AS, Facebook memakai jasa outsourcing dari negara-negara berkembang untuk meninjau ulang konten. Pekerja tersebut diharuskan melihat konten-konter mengerikan seperti pedofilia, necrofilia, pemenggalan kepala danbunuh diri.

Lebih parahnya lagi, para pekerja outsourcing itu bekerja tanpa pengawasan yang ketat dan dapat dengan mudah mendownload konten yang mereka tinjau. (HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.