Jangan Percaya! Cegah Penyebaran Berita Hoax dengan Cara Ini
Cegah berita hoax sebelum masyarakat menjadi percaya dengan berita palsu (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Semakin kesini semakin marak beredarnya berita hoax atau palsu. Terkadang, walaupun kita sudah berhati-hati, tetap saja kita kejebak sama berita yang bikin kita jadi was-was sendiri.

Pagi ini, Senin (15/1), beredar kabar kalau Wakil Presiden ke-6 republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia. Kabar ini beredar melalui grup aplikasi chatting berbasis online, WhatsApp.

Tidak lama kemudian, muncul kabar lagi kalau berita meninggalnya Wakil Presiden era kepemimpinan Soeharto itu adalah palsu alias hoax.

Berita hoax paling memakan banyak korban. Karena berita hoax muncul dari sosial media yang notabene dekat dengan kita.

Sebagai pengguna yang baik, harusnya kita bisa mendeteksi mana yang hoax dan mana yang beneran.

Tapi, kalau kamu masih bingung gimana caranya mencegah diri dari serangan berita hoax, yuk simak tips ala MalangTODAY.net supaya kamu nggak kejebak berita palsu ini!

Periksa judul dan isi berita

Penulisan berita palsu ini lebih kejam daripada media pada umumnya. Biasanya, berita ini mempunyai judul dan kalimat yang provokatif. Jadi, ketika kamu menerima pesan WhatsApp dengan judul provokatif, udah pasti itu berita hoax. Tapi kalau kamu menemukan berita yang tidak menggunakan kalimat atau judul yang provokatif, coba analisis beritanya lebih dalam.

Jangan hanya membaca judul dan langsung percaya ya, cek juga kalimat berita di dalamnya. Kalau itu berita hoax, pasti ada beberapa informasi yang salah.

Cari sumber berita

Jangan langsung percaya sama berita yang di sebar di WhatsApp. Cari tahu lah dulu kebenarannya di portal berita online atau media massa lainnya. Kalau media massa lain tidak memberitakan hal tersebut, berarti itu berita palsu.

Cek link website

Hati-hati untuk para job seeker! Karena banyak banget info lowongan kerja yang menggunakan alamat situs palsu. Sayang kan, kamu udah niat bangte nyari kerja, eh tapi malah kena tipu. Ketika kamu menerima info apapun yang mencantumkan alamat situs, buka dulu link nya dan usahakan cari informasi resmi dari perusahaan yang bersangkutan.

Lakukan pengamatan

Nggak cuma berita dan link website aja yang bisa jadi bahan berita hoax, foto atau video pun bisa lho! Serem kan? Yang paling marak, ada beberapa oknum yang menggunakan foto kita untuk membuat video atau foto mesum.

Zaman sekarang kan udah canggih, coba kamu cek foto atau video tersebut secara detail. Cek apakah ada tanda-tanda pengeditan dalam foto atau video itu. Kalau kamu nggak paham banget, kamu bisa minta tolong ke temen kamu yang pinter TI (Teknologi Informatika).

Keep in touch with friends

Selalu keep in touch atau berkomunikasi dengan teman kamu. Ketika menerima berita yang dirasa kurang meyakinkan, diskusikan dengan teman kamu. Kalau perlu, cari faktanya bareng-bareng juga boleh. Justru itu lebih membuat kamu yakin kalau berita itu adalah hoax.

Sebarkan informasi yang benar

Nah, ketika kamu udah tau kalau berita yang kamu terima ternyata hoax, langsung berikan klarifikasi di semua akun sosial media kamu. Karena pemberitahuanmu ini membantu netizen lain, supaya nggak terlanjur percaya sama berita palsu itu. Membantu sesama nggak ada salahnya kan?

Pastinya, setiap kita menerima broadcast message dari grup WhatsApp atau LINE, pastikan dulu kebenarannya. Jadilah netizen yang bijak dengan tidak percaya pada satu sumber saja. Carilah kebenaran sebelum menyatakan bahwa berita yang kamu terima adalah benar.

Loading...