Ilustrasi kematian manusia (Tribunnews)
Ilustrasi kematian manusia (ist)

MALANGTODAY.NET – Tubuh manusia terdiri atas ratusan triliun sel-sel pembentuk tubuh. Sel-sel ini tidak hidup secara abadi. Mereka memiliki siklus hidup untuk membelah diri dan menghasilkan sel baru.

Siklus hidup sel ini akan terus terjadi sejak manusia bayi hingga dewasa. Saat kita dewasa dan berusia lanjut, sel mengalami gangguan karena kerusakan genetika.

Umumnya, tubuh manusia mulai mengalami gangguan pada usia 30 tahun. Sebab, pada usia-usia tersebut tubuh manusia mulai mengalami penuaan. Kemampuan sel-sel akan melemah dan kian rusak.

Pada usia 30 hingga 80 tahun, manusia mulai kehilangan 40% volume otot bergantung pada kondisi kesehatannya. Kemudian semakin dewasa sekitar usia 50 tahun, kepadatan tulang mulai berkurang sebesar 1% per tahunnya.

Kembali ke bahasan sel dalam tubuh manusia. Ketika ada gangguan yang menyerang sel, maka akan muncul penyakit. Sayangnya, sistem kekebalan tubuh manusia tidak dapat membedakan antara sel jahat dan sel sehat.

Ketika sel jahat itu terus menyerang, pada akhirnya aktivitas biologi pada sel dan jaringan tubuh manusia berhenti atau mengalami kematian. Kematian ini disebabkan karena tubuh tidak mampu bernapas lagi.

Akan tetapi bukan ini yang dimaksud kematian. Awal yang dimaksud dengan kematian adalah berhentinya detak jantung manusia.

Saat detak jantung berhenti, tidak ada aliran darah dan oksigen dalam tubuh. Saat itu, sel dan jaringan otak hanya memiliki waktu tiga hingga sepuluh menit sebelum behenti bekerja atau mati. Hal tersebut juga memicu kerusakan permanen. Setelah otak berhenti bekerja, itulah yang disebut kematian.

Selanjutnya suhu tubuh manusia akan turun sebesar 1,5°Celcius setiap jam hingga mencapai suhu ruangan. Di saat yang bersamaan, darah dalam tubuh akan menggumpal. Kemudian dua hingga enam jam setelah kematian tubuh manusia akan kaku. Sudah berakhirkah kematian ini? Ternyata belum!

Meski sudah dinyatakan meninggal dunia, ternyata ada bagian tubuh manusia yang masih hidup. Itulah sel-sel kulit dan bakteri dalam organ pencernaan! Mereka masih hidup dalam 24 jam setelah kematian terjadi.

Sebab tidak ada asupan yang diterima, bakteri-bakteri dalam organ pencernaan mulai mengonsumsi sel-sel yang mati di seluruh tubuh manusia. Proses inilah yang menyebabkan jasad berbau busuk dilansir dari dw.com.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.