Poros angin puting beliung yang merupakan ekor dari awan Cumulonimbus (AyoBandung)
Poros angin puting beliung yang merupakan ekor dari awan Cumulonimbus (AyoBandung)

MALANGTODAY.NET – Bencana alam berupa puting beliung yang melanda Rancaekek, Bandung pada Jumat (11/1/2019) sore kemarin mengingatkan kita untuk selalu waspada akan datangnya bencana yang tak dapat diprediksi.

Meski bencana tidak akan bilang-bilang kapan akan datang, sejatinya alam sudah memberikan tanda-tanda akan kedatangan mereka. Perubahan pola alam akan nampak jelas seperti munculnya suatu keanehan maupun berubahnya pola perilaku makhluk hidup di sekitar.

Baca Juga  5 Rumah di Bojonegoro Rusak Diterjang Puting Beliung

Lalu, untuk tanda-tanda akan terjadi puting beliung ini apa ya? Sebelum dibahas lebih lanjut, kita cari tahu dulu apa pengertian dari puting beliung.

Menurut Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, angin puting beliung adalah angin kencang yang keluar dari awan Cumulonimbus (Cb) dan memiliki kecepatan sekitar 63 km/jam.

Umumnya, angin ini terjadi ketika musim pancaroba. Lalu bagaimana dengan musim lainnya? Pada musim lainnya angin ini tetap akan terjadi namun hanya sebagian kecil seperti yang terjadi di Rancaekek, Bandung (11/1/2019) yang sedang musim hujan.

Ciri lainnya dari angin ini yaitu berlangsung singkat sekitar 3-10 menit, memiliki radius jangkauan hingga sekitar 5-10 km, dan umum terjadi pada pukul 13.00-17.00.

Dengan munculnya angin pada siang menjelang sore tersebut, sudah bisa dipastikan bahwa penyebab dan tanda-tanda kedatangannya bisa dikenali pada pagi atau malam sebelumnya.

Menurut sumber dari BMKG maupun BNPB, tanda-tanda akan terjadinya puting beliung diawali dari udara atau hawa panas pada malam hari. Tak heran, pada malam tersebut kita akan merasa gerah.

“Udara yang terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat. Hal itu ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi dan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb atau lebih dari 60 persen,” terang kepala Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko dilansir dari Kompas.com (7/12/2018).

Kemudian esok paginya akan terlihat ada awan Cumulonimbus. Ciri awan Cumulonimbus yaitu berwarna abu-abu hingga gelap dengan garis batas awan terlihat jelas. Biasanya berbentuk seperti bunga kol.

Pertumbuhan awan cumulonimbus ini cukup cepat. Fase ini umumnya terjadi pada pukul 10.00 pagi. Kemudian, awan cumulonimbus akan bergerak dari barat ke timur.

Baca Juga  Puting Beliung di Benel Singosari Rusak 68 Rumah

Setelah itu, angin dingin akan berhembus kencang disertai petir dan hujan. Pepohonan akan terlihat melambai dengan jelas karena terpaan angin. Tak lama kemudian akan muncul poros angin puting beliung.

“(Angin puting beliung terjadi bila) hujan pertama yang turun adalah hujan deras yang muncul tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,” pungkasnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.