Stop!Jangan Sembarangan, Ini Cara Cuci Piringan Hitam yang Benar
Salah satu peserta saat mencuci piringan hitam@Bob/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET– Sekertaris Museum Musik Indonesia (MMI), Anang Maret memberikan tips membersihkan piringan hitam atau vinyl dalam acara cuci 50 piringan hitam yang digelar MMI, Selasa (19/02/2019).

Anang, sapaan akrabnya menjelaskan, sebaiknya untuk membersihkan piringan hitam awalnya memakai kain kering. Sebab, kalau pakai kain basah, nantinya air tersebut akan ikutan hinggap ke lempengan dan akan merusak kualitas suara di piringan hitam tersebut.

“Kalau langsung dengan air, debunya basah dan akan ikut dengan air tadi,” jelasnya.

Seusai dibersihkan dengan kain kering,Anang melanjutkan, saatnya kain yang mengandung air diterjen digunakan untuk mengusap piringan hitam.

“Kan udah bersih. Lah ini waktunya pakai diterjen,” ujarnya.

Terkait diterjen sendiri, ia menjelaskan, penggunaannya untuk membersihkan perekat debu-debu yang berupa minyak atau lemak dari tangan manusia ketika menggosok vinyl.

“Diterjen tadi gunanya untuk membersihkan perekat atau lemak yang membuat hinggapnya debu tersebut.” tandas Anang.

Untuk pemilihan diterjen sendiri pun, para pengoleksi piringan hitam, Anang melanjutkan, sebaiknya memakai diterjen yang kadar kimianya rendah seperti sabun mandi cair. Sebab, itu akan mengurangi risiko timbulnya guratan di vinyl.

“Ya sebaiknya makai sabun mandi cair. Orang di tangan kita aja aman. Begitu logikanya,” tuturnya sembari mengusap piringan hitam Nike Ardila.

Selain itu, ketua MMI, Hengky Herawanto menambahkan, setelah dibersihkan dengan kain basah, piringan hitam sebaiknya diletakkan di suhu ruangan yang tak terkena paparan sinar matahari atau di ruangan yang berangin.

“Seumpama kalau ditaruh di tempat yang kena sinar matahari. Nanti akan melengkung. Ya ibaratnya kayak plastik itu loh kalau terkena panas,” papar Hengky.

Ia juga mengingatkan, untuk memudahkan pendataan, sebaiknya ketika mengelap piringan hitam jangan sampai terkena label yang terletak di tengah piringan hitam.

“Karena, ya itu kan eman. Kalau kena air nantinya label itu terkelupas kan itu kertas. Jadi kita gak bisa tau itu piringan hitam dari musisi mana,” sarannya.

Dalam acara tersebut, para pemerhati musik Indonesia bersama dengan beberapa wartawan mencuci 50 piringan hitam yang tersimpan di MMI. Piringan hitam yang dicuci tersebut merupakan karya dari musisi tahun 38-an sampai tahun 2000-an yakni album D’masive ‘Hidup Lebih Indah’. (Bob/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.