Eks Napi 3
UD Galeri 76 milik Joko Pratomo Elvin for MalangTODAY

MALANGTODAY.NET– Rumah Jalan Kebon Agung No. 28, Malang. Letaknya sedikit nyempil di antara deretan rumah – rumah lain. Halamannya terkesan kotor, dengan potongan akar bambu di sana–sini. Warna cat nya kusam dan terkesan kurang terawat. Mengapa tidak direnovasi dan dibuat bagus?

“Rumah seperti ini untuk memancing calon pembeli, Kalau terlihat wah, mereka pikir produk yang kami tawarkan harganya mahal,” kata pemilik. Karena bengkel ini tidak fokus kepada konsumen dalam negeri namun lebih ke konsumen luar negeri. Rumah itu memang terlihat begitu sumpek, dengan berbagai pajangan produk di sana–sini.

Debu bekas potongan serabut akar bambu berterbangan terkena kipas angin. Udara terasa panas. Namun Joko merasa nyaman-nyaman saja. Ia tetap berkantor disitu meski ada ruangan khusus di rumah barunya yang lebih mentereng.

Eks Napi 4
UD Galeri 76 milik Joko Pratomo Elvin for MalangTODAY

Joko tidak ingin menciptakan kesenjangan dengan pegawai, Di mana pengrajin bekerja, di situ pula dia beraktivitas. Bengkel kerja ataupun bagian produksi memang tak pernah rapi. Berbeda dengan bagian administrasi dan bagian manajemen.

Untuk memenuhi dan mengantisipasi pesanan dari enam negara. Joko juga membuka beberapa bengkel kerja. Ada yang di Singosari, Nggolek, Karang Ploso, Jalan. Letjen Sutoyo, Blitar, Bojonegoro, dan Surakarta. Selain yang di Mbendo, ada 72 karyawan lain yang bekerja di delapan bengkel kerja itu.

Di bagian manajemen ditangani istri, ada empat karyawan. Satu mengurus soal pemasaran, satu orang membuat laporan penjualan retail dari ruang pamer, satu orang kepala tim produksi, dan satu orang lagi mengatur file ekspor. Mereka ini berkantor di rumah pribadi Joko, yang baru saja dibangun tahun 2004.

Merekrut Mantan Napi

Ia mendatangi Lembaga Permasyarakatan di Malang dan sekitarnya. Kepada pimpinan LP, ia mengutarakan niat untuk memberdayakan mantan narapidana, khususnya yang telah ditempa di bidang kerajinan dan mampu memahat.

Mempekerjakan eks napi, yang dianggap sampah oleh masyarakat? Pemilik galeri 76 ini akan membuktikan bahwa eks napi ini dapat dikaryakan. Benar mereka punya masa lalu yang kelam. Dan, masyarakat umumnya enggan berhubungan dengan mereka. Joko berpendapat lain. Ia yakin, eks napi itu juga adalah manusia seperti kita. Bila diberi kesempatan, insya Alloh mereka bisa menjadi baik.

Baca Juga  Oknum Sipir Lapas Wamena Selundupkan Sajam Dukung Pelarian Napi

Joko bekerjasama dengan lembaga pemasyarakatan untuk menjaring napi yang telah terlatih dan akan habis masa hukumannya dalam waktu dekat. Kurang dari sebulan terjaring 36 orang dan segera di tempatkan di Mbendo. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga miskin. Hingga kini, mereka umumnya masih setia kepada Joko dan bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Yang membuat Joko bangga, ada dua orang yang kini membuka usaha yang sama berkat bantuannya.

Eks Napi
UD Galeri 76 milik Joko Pratomo Elvin for MalangTODAY

Pertengahan 2002, pada pameran kerajinan di Nusa Dua, Bali, dua importir dari Jepang tertarik menyaksikan benda-benda di counter Galeri 76. Mereka memeri order. Nilainya Rp. 2 miliar, atau dua kali lipat dari order perdana. Alhamdulillah, pesana bisa dipenuhi sesuai jadwal. Berapa untungnya? Sekitar 50 persen.

Setelah Amerika, Belanda, dan Jepang dikuasai, Galeri 76 mulai mengepakkan sayap ke Belgia, Dubai, dan Australia. Di Dubai ada 13 importir yang tertarik. Kebanyakan dari mereka mengenal produk akar bambu buatan Joko lewat pameran seperti pameran kerajinan tangan BPPN.

Joko benar, para pekerja yang seluruhnya mantan napi, ternyata bisa dipercaya, penuh rasa tanggung jawab dan kerjanya bagus. Berkat mereka tidak ada order yang lewat tanggal. Padahal, Joko tidak pernah menekan mereka.Tanggung jawab mereka terhadap pekerjaan besar sekali.

Ia lega sekaligus bangga, karena misinya untuk mengangkat kehidupan bekas pelaku kejahatan berhasil. Untuk hal yang satu ini ia punya resep tersendiri. Kepada para pekerja ditanamkan perasaan turut memiliki. Mereka dapat gaji, Joko pun juga dapat. Kalau Joko makan tempe, merekapun makan masakan yang sama.

Eks Napi 2
UD Galeri 76 milik Joko Pratomo Elvin for MalangTODAY

Ia berusaha tidak mengambil jarak. Ia menempatkan diri sebagai pembimbing dan para pegawai adalah murid. Dengan begitu, mereka terpacu untuk berkarya dan bekerja sebaik mungkin sebagai  persembahan  kepada guru bukan pemilik perusahaan.

Lelaki yang telah melanglang dunia berkat bisnisnya ini juga menegaskan ia tak pernah menekan karyawan. Baginya, tak ada istilah mengejar setoran. Kata ini justru akan membuat karyawan tidak nyaman karena merasa seperti kerja rodi, kenyamanan kerja dan suasana kekeluargaan merupakan hal yang penting. “ Saya menghargai mereka selayaknya manusia, merekapun menghargai saya dengan cara kerja keras tanpa perlu diperintah secara berlebihan” jelas Joko.

Baca Juga  Kebakaran, Tahanan di Mapolsek Klojen Dipindahkan

Artikel ini adalah kiriman dari ZenTODAY, isi dari artikel di luar tanggung jawab redaksi MalangTODAY. Ingin membuat artikel kamu sendiri? Klik di sini sekarang!

Loading...