Mengenal Sosok Michael Yacob, Ex-Personil D'Kross
Michael Yacob ex-personil d'Kross (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Arek-arek Malang terutama Aremania tentu sudah tidak asing lagi dengan grup band d’Kross. Ya, musisi asli Malang ini adalah band yang terbentuk pada 17 Oktober 2006, yang cukup populer dengan lagu-lagu seperti Sore Ini, Daboribo, Malang ke Bulan, Bhumi Arema, dan Satu Jiwa.

Tapi tahu nggak sih? Pembuatan lagu-lagu d’Kross tak terlepas dari nama Michael Yacob. Siapakah dia? Dia adalah ex-personil d’Kross yang kini tengah sibuk sebagai General Manager M-Production, salah satu rumah produksi film layar lebar.

Di rumah produksi yang menggarap sejumlah film seperti ‘Petak Satu Umpet’ ini, ia pun juga bertindak sebagai Sutradara.

Baca Juga: Tanpa Aba-aba, Jurnalis Kabupaten Malang Mendadak Harus ‘Kencing’

“Sama memang suka dengan dunia entertain. Sekarang lebih banyak (sibuk) di Bali dan Jakarta untuk pekerjaan ini sejak 2014 sampai sekarang,” kata pria asal Bunul ini saat ditemui MalangTODAY.net.

Sebelum itu, ia juga sudah mempunyai banyak pengalaman kala bergabung selama tiga tahun disalah satu stasiun TV nasional, yakni Trans TV. Pekerjaan ini ditekuninya pasca memutuskan untuk non-aktif dari grup band d’Kross.

Saat bergabung di d’Kross, Yacob mengaku mempunyai banyak kenangan berharga. Sebab tidak hanya menjadi personil, namun ia juga terlibat dalam pembutan lagu bersama Ade Herawanto selaku frontman d’Kross.

“Tahun 2002an saya sebagai keyboard. Saya dulu buat lagu berdua sama Sam Ade. Terutama pada 10 lagu di album pertama seperti Malang ke bulan, Bhumi Arema dan Satu Jiwa,” tandasnya.

Baca Juga: Siswa SMK Negeri Senduro Kembangkan Ilmu di Repoeblik Telo

Tidak hanya itu, bahkan video klip dari album pertama itu juga ikut dikerjakan bersama Eko Polenk dari Hypno Creative.

“Jadi video klip saya juga ikut bantu,” imbuhnya.

Melihat d’Kross saat ini, ia pun mengaku bangga. Pasalnya, genre musik yang diusung d’Kross sudah mengikuti berkembangan zaman.

Baca Juga: 6 WAGs Prancis dan Belgia, Mana yang Lebih Hot?

“Kalau dulu itu murni rock, sekarang (album ke-6) ada progressif rock, punk dan ska,” tutur pria berusia 41 tahun ini.

Ia pun berharap, para personil d’Kross terus bersemangat dalam berkarya karena merintisnya dulu sudah bersusah payah.

“Pengennya (saya) membangkitkan semangat temen-teman yang baru, karena dulu kita merintisnya seperti itu. Harus bersemangat dengan karya, biar lupa sama yang namanya narkoba,” tutupnya.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...