Lewat ‘Like Poison’, Baruna Ingin Kembalikan Era Emas Musik Rock
Baruna Priyotomo @MusiKeras

MALANGTODAY.NET – Istilah heroes get remembered, but legends never dies rasanya pantas disematkan kepada salah satu legenda musik rock tanah air, Baruna Priyotomo. Di tengah hiruk pikuk musik elektrik, Baruna mencoba untuk menggebrak kembali belantika musik tanah air dengan musik rock melalui single terbarunya berjudul Like Poison.

Proyek ini digagas oleh sohib sepanggungnya di The Dragons, Tori Sudarsono. Bersama seorang film-maker handal, Hendro Sastrosoegito, Baruna dan Tori yang sepakat membantu produksi ini dengan membuatkan video musiknya yang melibatkan seorang model asal Selandia Baru, Zian Evita.

Kualitas vokal yang dimiliki Baruna membuat Tori yakin dapat mengembalikan kembali era kejayaan musik rock seperti di era 1980-an. Untuk itu, keduanya juga menggaet Rifofo sebagai music producer yang beberapa kali diandalkan untuk produksi label Sirkus Record.

“Dengan sentilan sana-sini, raungan gitar licks, riffs, dan ritem yang agresif, ditambah dengan pukulan drum yang energik dan dentuman bass mampu membawa kita pada susasana Golden Age of Rock Music. Rifofo bakal berkolaborasi David Tandayu,” ujar Tori.

Like Poison bercerita tentang masa lalu kelam seseorang yang membuatnya dijauhi banyak orang. Meskipun kini, seseorang tersebut telah berubah, tapi masih banyak orang yang memandangnya sama. Pada akhirnya dia pun tidak peduli dengan itu semua, dan memilih hidup dengan caranya sendiri.

“Dalam lagu ini Baruna tampil sangat prima dan sesuai dengan apa yang kita bayangkan dari seorang Baruna. Menurut saya Baruna akan menjadi salah satu legenda musik rock Indonesia. Kita tunggu saja apakah akan ada karya-karya selanjutnya dari Baruna?” begitu tutur Tori Sudarsono.

Perjalanan Karier Baruna

Karir professional Baruna dimulai pada tahun 1989. Dia bergabung dengan El Pamas dan merilis album Dinding-Dinding Kota (Logiss Record). Pada tahun 1990 Baruna, Uranogaz (Bass) dan Mauly Gagola (Guitar) membentuk Legend Bee dan dibantu oleh Uce Haryono (Alm) pada Drums mereka berhasil mencetak sebuah hits single berjudul “Jakarta Rock City”.

Pada tahun 1992 Baruna melanjutkan studinya ke School of Audio Engineering (S.A.E) Hamburg, Jerman. Selama di Jerman Baruna membentuk beberapa band, antara lain Matahari dan Baraka. Tahun 1999 Baruna kembali ke Jakarta, membentuk Jagad Band dan merilis album Putao Jahaman yang di produksi oleh Logiss Record.

Sejak itu Baruna terus berkarya dan berkolaborasi dengan beberapa artis dan musisi ternama Indonesia, seperti Jockie Suryoprayogo, N Rian Tiarno, Elfa Secioria dan Addie MS. Di tahun 2014 Baruna merilis hasil produksinya sebuah mini album solo yang berjudul “Thy Name is My Title” dan kembali bersama El Pamas membuka konser Megadeath di ajang 2018 Jogja Rockarta Festival bulan Oktober 2018 lalu. (BAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.