MALANGTODAY.NET – Pengamat musik kenamaan Indonesia, Bens Leo pagi ini (20/10) berkunjung ke Museum Musik Indonesia. Dengan ditemani pengelola sekaligus penggagas MMI, Hengky Herwanto, mantan wartawan musik ini berkeliling ke setiap sudut museum.

Tak hanya sekedar tour mengelilingi museum, Bens juga bernostalgia dengan beragam karyanya yang terbalut dalam berbagai majalah. Salah satunya majalah Aktuil, majalah yang mengupas tuntas berbagai dunia musik.

“Dulu, kalau anak muda yang nggak baca majalah aktuil nggak diakui itu kecintaannya terhadap musik,” ceritanya.

Beberapa majalah yang mengupas dunia musik juga kembali ia kupas. News Musik misalnya, salah satu majalah yang pernah ia pegang selama tiga tahun.

“Dulu selama tiga tahun saya menjadi pimpinan redaksi News Musik,” paparnya.

Berlanjut pada koleksi piringan hitam. Menururnya, saat ini beberapa pecinta musik kembali memilih piringan hitam. Karena piringan hitam memiliki banyak kelebihan. Dicontohkan untuk Firlandia misalnya, yang penjualan piring hitam tak jauh beda dengan penjualan DVD.

Menurutnya, konsep ini kembali dituangkan Musica Studio dengan memilih D’Masive sebagai band pertama yang mengusung piring hitam. “Saya bangga karena di MMI ini ada banyak piringan hitam yang dirawat dengan baik,” pungkasnya. (ind).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda