Yuk, Mengenal Lebih Dekat dengan Penyakit Anthrax - MalangTODAY
ilustrasi @es.123rf

MALANGTODAY.NET – Kasus anthrax di Indonesia pertama kali dicatatkan terjadi pada tahun 1832 di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bahkan penyakit ini pernah dilaporkan menjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa provinsi di Indonesia, diantaranya yakni di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 1976, kemudian di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua yang menyebabkan ribuan ternak babi mati dan 11 orang meninggal, serta di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan 22 orang positif terjangkit Anthrax dan menyebabkan 2 orang meninggal.

Pada Januari 2017 lalu, masyarakat juga dibuat resah dengan penyakit ini setelah belasan warga di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta terjangkit bakteri mematikan ini.

Itulah gambaran sekilas sejarah dan betapa tak bisa diremehkannya penyakit anthrax. Sebagian dari kita masih awam tentang anthrax, berikut MalangTODAY akan menjelaskan apa itu anthrax, bagaimana gejala penyakit ini, penanganan serta pencegahan.

ilustrasi @gudangkesehatan

Apa itu Anthrax?

Anthrax adalah penyakit infeksi bakteri serius yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Anthrax dapat menyerang kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan. Walaupun anthrax dapat membahayakan nyawa, penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik jika dideteksi dini.

Pada keadaan normal, bakteri Bacillus anthracis menghasilkan spora yang tidak aktif (dorman) dan hidup di tanah. Saat spora masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia, spora menjadi aktif. Spora aktif tersebut lalu mulai membelah diri, menghasilkan racun, menyebarkannya ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit yang berat.

Gejala Anthrax

Pada kebanyakan kasus anthrax, gejala akan terlihat kurang lebih 7 hari setelah penderita terpapar bakteri. Namun apabila penularan melalui udara, maka gejala biasanya baru akan terlihat beberapa minggu setelah spora bakteri terhirup.

Gejala anthrax tergantung tipe infeksinya dan dapat dimulai kapan saja dari hari pertama hingga lebih dari 2 bulan untuk muncul. Terdapat beberapa jenis infeksi, yakni:

  1. Anthrax Kulit.

Pada anthrax jenis ini, bakteri menginfeksi tubuh penderita melalui luka sayatan atau luka lainnya di kulit. Anthrax kulit merupakan jenis yang paling sering terjadi, dan paling ringan. Dengan pengobatan yang benar, jarang sekali menyebabkan kematian. Gejalanya berupa benjolan gatal seperti gigitan serangga pada daerah yang terinfeksi. Benjolan ini kemudian menjadi borok yang tidak nyeri, dengan bagian tengah berwarna hitam. Selain itu, dapat terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di dekat lokasi luka.

2. Anthrax Gastrointestinal

Bakteri anthrax masuk ke dalam tubuh penderita melalui konsumsi hewan yang terinfeksi anthrax, yang tidak dimasak sampai matang. Gejala anthrax gastrointestinal adalah mual dan muntah, nyeri perut, sakit kepala, nafsu makan menurun, demam, diare parah dengan kotoran bercampur darah, radang tenggorokan dan kesulitan menelan, serta pembengkakan leher.

3. Anthrax Inhalasi

Anthrax jenis ini berkembang saat penderita menghirup spora anthrax. Anthrax inhalasi merupakan jenis paling mematikan. Gejala awal anthrax jenis ini menyerupai gejala penyakit flu, seperti demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan lelah. Lalu muncul rasa tidak nyaman pada dada, napas menjadi pendek, mual, batuk darah, nyeri saat menelan, demam tinggi, kesulitan bernapas, syok, serta terjadi meningitis.

4. Anthrax Injeksi

Biasanya bakteri masuk ke tubuh melalui injeksi obat-obatan terlarang. Jenis ini merupakan cara penularan paling baru yang ditemukan. Gejalanya berupa kemerahan pada lokasi suntikan, pembengkakan hebat, syok, kegagalan multi organ, dan meningitis.

ilustrasi @toko mesin maksindo

Pengobatan Anthrax

Semua jenis anthrax dapat dicegah dan diterapi dengan antibiotik. Orang yang terpapar anthrax dapat diberikan antibiotik minum, biasanya amoksisilin, ciprofloxacin atau doxycyline. Antibiotik ini dilanjutkan selama 60 hari untuk mencegah kekambuhan.

Semakin lama terapi ditunda, semakin besar risiko mendapat dampak yang tidak dapat diubah. Jadi, terapi biasanya dimulai sesegera mungkin saat diduga menderita anthrax.

Pencegahan Anthrax

Untuk mencegah tertular anthrax, disarankan untuk mengonsumsi daging yang dimasak matang dan menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Anthrax juga dapat dicegah dengan pemberian vaksin anthrax. Namun vaksin ini tidak diperuntukan bagi umum, serta tidak disarankan untuk anak-anak dan lanjut usia. Hingga saat ini, vaksin ini hanya direkomendasikan untuk anggota militer, para ilmuwan yang meneliti tentang anthrax, dan orang-orang dengan profesi yang berisiko tinggi terkena penyakit ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here