Waspadai Virus Difteri! Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat
Ilustrasi gejala difteri @Hello Sehat

MALANGTODAY.NET – Belakangan ini ancaman penyakit difteri menjangkiti masyarakat Indonesia. Dilansir dari Kompas TV, 7 anak-anak di Semarang, Jawa Tengah terkena virus difteri akibat menolak imunisasi di sekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 orang meninggal dunia.

Kejadian ini sontak mengejutkan warga setempat. Seluruh warga Genuksari, Kecamatan Genuk, Semarang, mulai diimunisasi secara serentak. Bahkan, berkembang rumor yang mengatakan bahwa kelurahan Genuksari masuk Zona Merah penyebaran penyakit yang menyerang tenggorokan ini.

Baca Juga: Bahaya Leukimia? Yuk Tangani Secara Alami di Rumah!

Dikutip dari Alodokter.com, difteri adalah bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit menular dan memiliki potensi membahayakan jiwa. Penyebabnya biasanya karena percikan ludah penderita di udara, barang-barang yang sudah terkontaminasi, hingga sentuhan langsung pada borok di kulit penderita.

Lembaga PBB di bidang kesehatan, World Health Organization (WHO) mencatat sebanyak 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Dari jumlah tersebut, 342 kasus terjadi di Indonesia. Penyakit ini dapat dicegah lewat imunisasi. Pemerintah Indonesia sudah memasukkan program imunisasi difteri sebagai program wajib pemerintah.

Baca Juga: Jangan Khawatir! 5 Tips Ini Berguna Untuk Menambah Berat Badan Bayi Lho, Moms

Gejala Difteri
Gejala Difteri
Gejala Difteri @Hello Sehat

Untuk mencegahnya, sebaiknya kita harus mengenali gejala-gejalanya sebelum terlambat. Perlu diketahui bahwa rentang waktu sejak bakteri masuk tubuh sekitar 2-5 hari sebelum akhirnya kita resmi terjangkit.

Adapun gejala-gejalanya sebagai berikut :

  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
  • Lemas dan lelah. Awalnya cair, namun lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang tercampur dengan darah.
  • Difteri juga menyerang kulit dan menyebabkan luka, seperti borok (ulkus).

Baca Juga: Ngantuk Seharian? Ketahui Penyebabnya Biar Tidak Dikira Pemalas!

Maka dari itu, mengingat difteri yang sangat berbahaya, kenali gejalanya terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mengkonsultasikannya dengan dokter ketika mendapati gejala tersebut. Jangan sampai menunggu gejala tersebut menjadi parah karena mencegah lebih baik ketimbang mengobati.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...