Waspada Antraks, Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Penyakitnya
anthrax (Ilustrasi)

MALANGTODAY.NET – Penyakit antraks kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Kabar adanya pasien meningga dunia di RSUP dr. Sardjito, Sleman, membuat berbagai kalangan kian waspada.

Salah seorang dokter praktik di Malang, dr. Radit Wiratmoko, mengatakan, salah satu penyebab antraks adalah bakteri bacilus antracis yang menular dari hewan kepada manusia.

“Bakteri ini hingga kini belum ditemukan penularannya dari manusia ke manusia, skema penularannya dari hewan ke manusia,” kata dr. Radit kepada MalangTODAY.net, beberapa menit lalu.

Dijelaskan, jika antraks dapat memasuki tubuh manuia melalui usus, paru-paru dengan cara dihirup atau melalui kulut. “Antraks tidak mungkin menyebar dari manusia ke manusia,” tuturnya.

Beberapa gejala-gejala antraks tipe pencernaan adalah mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah berwarna coklat atau hitam, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat atau melilit.

“Sedangkan, gejala antraks tipe kulit ialah bisul merah kecil yang nyeri. Kemudian lesi tadi membesar, menjadi borok, pecah dan menjadi sebuah luka. Jaringan di sekitarnya membengkak, dan lesi gatal tetapi agak terasa sakit,” ungkapnya.

Dikatakan pula, antraks terjadi setelah mengomsumsi daging yang terkena antraks. “Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri sebagai berikut berwarna hitam, berlendir, dan berbau,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.