Ilustrasi teriak @Haibunda
Ilustrasi teriak @Haibunda

MALANGTODAY.NET – Terkadang, kita seringkali mendengarkan teriakan-teriakan orang. Bagi orang yang berteriak, hal ini mungkin akan melegakan perasaan mereka. Namun tahukah kamu di sisi lain hal tersebut begitu mengganggu?

Salah satu penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology mengungkapkan bahwa teriakan orang bisa mengakibatkan munculnya respon otak berupa ketakutan. Hal ini terjadi karena ketika ada teriakan, salah satu bagian otak bernama amigdala akan aktif.

Amigdala memiliki peran untuk mengolah emosi seperti rasa takut maupun cemas. “Jeritan mengaktifkan sirkuit ketakutan otak. Amigdala adalah inti di otak yang sangat sensitif terhadap informasi tentang rasa takut,” ujar Profesor Psikologi dan ilmu saraf di New York University, David Peoppel dikutip dari TIME melalui Detik.com (12/5/2019).

Saat melakukan eksperimen, Peoppel mengidentifikasi tingkat kekerasan suara yang ditimbulkan dengan respon otak. Hasilnya, untuk ucapan biasa memiliki tingkat modulasi antara 4-5 Hz sedangkan jeritan memiliki modulasi suara antara 30 hingga 150 Hz.

Semakin tinggi tingkat kekerasan suara tersebut maka jeritan tersebut semakin memunculkan ketakutan yang berlebihan. Nah, dari penelitian ini ZensTODAY nggak perlu takut lagi kenapa ketika mendengar orang berteriak kita tiba-tiba merasa gelisah dan ketakutan.

Meski demikian, secara etika sebaiknya berteriak dihindari ketika tidak berada dalam keadaan genting dan berbahaya. Sebab, hal tersebut sangat mengganggu. Jika berkaca pada kehidupan orang Jepang, mereka tidak akan bersuara keras apalagi berteriak ketika berbicara. Hal tersebut untuk menghormati orang-orang disekitarnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.