Ilustrasi tisu @hellosehat

MALANGTODAY.NET – Siapa yang kerap kali membuang tisu ke toilet? Mulai sekarang jangan lakukan. Selain menyebabkan penyumbatan, bentuk tissue serupa  gumpalan lemak.

Seperti dilansir dari Kompas.com, pada Jumat (3/5/2019) perusahaan air di Inggris membuktikan hal itu. Pihaknya menghabiskan sekitar 88 juta poundsterling (atau sekitar Rp1,4 triliun) dalam setahun untuk membersihkan 360.000 penyumbatan yang mendorong terbentuknya suatu tumpukan seperti lemak yang kerap disebut “fatbergs” atau “poobergs”.

Setengah dari penyumbatan itu disebabkan oleh tisu basah.

Pada Februari 2016, sebuah fatberg besar disebabkan oleh tisu bayi, popok serta lemak minyak bekas memasak, ditemukan ‘bersembunyi’ di bawah jalan-jalan Oxford, Inggris, yang akhirnya menyebabkan banjir di perumahan.

Fatbergs yang disebabkan tumpukan tisu basah yang dibuang ke toilet @kompas
Fatbergs yang disebabkan tumpukan tisu basah yang dibuang ke toilet @kompas

Bulan Juni di tahun yang sama, pekerja selokan terpaksa untuk mengangkut sebuah fatberg berbau tengik sebesar van transit di South Hykeham, Lincs.

Melihat hal ini, perusahaan air menyerukan label baru pada tisu basah karena sudah sering menimbulkan kasus kekacauan lingkungan. Para ahli mengatakan, konsumen sedang disesatkan oleh kemasan pada tisu karena mereka tidak tahu dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh tisu basah.

Perusahaan air Inggris sekarang telah mengeluarkan saran tentang apa saja produk rumah tangga yang dapat dan tidak dapat dibuang ke toilet. Mereka juga mendesak perusahaan untuk menandai dengan jelas tisu dan produk kebersihan pribadi dengan “Jangan Dibuang ke Toilet”.

Mulai sekarang, jangan buang apapun ke toilet. Sebab, hal tersebut berdampak sangat bahaya bagi lingkungan, yang imbasnya juga dalam kehidupan. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.