ilustrasi sel kekebalan tubuh @hallosehat
ilustrasi sel kekebalan tubuh @hallosehat

MALANGTODAY.NET – Penderita kanker mungkin perlu berlega diri. Sebab, di Australia ada metode pengobatan kanker dengan menggunakan terapi sel. Bentuk terapi ini berupa T-CAR dan didanai oleh pemerintah (setempat) sebesar $ 80 juta.

Seperti dilansir dari Detikhealth, Senin (25/3/2019), Pusat Kanker Peter MacCallum di Melbourne, Australia, mulai menyediakan layanan terapi sel untuk mengobati kanker. Bentuk terapi ini berupa pengangkatan beberapa sel sistem kekebalan tubuh pasien sehingga dapat direkayasa ulang di laboratorium. Sel-sel kekebalan tubuh yang telah direkayasa tersebut kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien untuk menyerang sel kanker.

“Australia sekarang menjadi salah satu pusat utama di dunia, bukan hanya untuk pengobatan, tetapi juga untuk terapi sel T-CAR,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Greg Hunt.

Menurutnya, fasilitas ini bukan hanya pertama di Australia, tetapi juga di Asia.

Biaya Terapi Sel

Meskes Hunt juga mengatakan perihal pendanaan, jika pemerintah Australia sudah menganggarkan dana untuk itu. Jika pendanaan disetujui, pasien mungkin tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Atau kemungkinan lain biayanya akan sangat murah.

“Sesuatu yang tak mampu dijangkau semua orang, kini bisa dijangkau semua orang,” ujarnya.

Pendanaan untuk pusat kanker ini telah dianggarkan Pemerintah Australia untuk bidang riset kesehatan di Victoria.

“Ini untuk memastikan bahwa Victoria, khususnya Melbourne, jadi pusat penelitian kesehatan global untuk kanker dan berbagai penyakit langka,” tambahnya.

Perawatan terapi sel T-CAR baru disetujui penerapannya oleh Therapeutic Goods Administration, otoritas bidang kesehatan di Australia, pada Desember tahun lalu. Biayanya sebesar $ 598.000 (sekitar Rp 6 miliar) per pasien.

Salah satu pasien yang pertama menerima terapi sel ini  adalah Lauren Krelsham. Lauren menderita leukemia limfoid akut.

Menurutnya, perawatan ini memberi harapan baru setelah dia dimasukkan ke perawatan paliatif sekitar empat tahun lalu.

“Ketika ada terapi sel T-CAR, saya memiliki kesempatan untuk hidup lagi,” ujarnya.

Dia juga menambahkan terapi ini sebagai penyelamat hidupnya. “Terapi sel T-CAR menyelamatkan hidupku,” terangnya.

Sekarang dia dalam penyembuhan total, meski terus dirawat dengan imunoglobin intravena setiap bulan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya melawan infeksi. Wah, seandainya di Indonesia juga ada! (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.