digiseksual aktivitas seksual orientasi seksual
Ilustrasi salah seorang pengguna VR @ kotaku com

MALANGTODAY.NET Perkembangan teknologi membuat perubahan dalam berbagai aspek. Aspek tersebut pun beragam mulai dari positif hingga negatif tergantung dari penggunanya. Salah satu pengaruh negatif dari teknologi ialah mengaitkannya pada penggunaan aktivitas seksual.

Aktivitas seksual pada teknologi tersebut menimbulkan orientasi seksual bernama Digiseksual. Orientasi seksual yang umum kita dengar saja sudah cukup menimbulkan kontroversi. Bagaimana dengan ini? Dari namanya saja mungkin kamu sudah bisa menebak bahwa ini berhubungan dengan hal digital.

Baca Juga: Mau Lihat Wiro Sableng di Surabaya? Segera Temui Regu Satpol PP Ini!

Namun bagaimana penjelasannya? Dirangkum melalui berbagai sumber, berikut ini penjelasan lengkap soal Digiseksual.

Memediasi aktivitas seksual dengan perangkat teknologi

Seseorang yang memiliki hubungan dengan robot @ ladbible

Sebagai manusia normal, melakukan aktivitas seksual sewajarnya adalah dengan pasangan sah atau dalam hal ini manusia. Nyatanya, banyak orang yang kemudian melakukan sexself atau dengan alat bantu lainnya. Beberapa menganggap hal tersebut tidak normal bahkan cenderung aneh, apalagi digiseksual.

Beberapa orang yang digiseksual bertemu dengan pasangan mereka secara online. jadi jika mereka memutuskan untuk mengambil hubungan lebih jauh, akan sangat penting untuk mengomunikasikan sejauh mana mereka lebih suka terlibat dengan teknologi dalam hubungan seksual, ataukah pasangannya harus digantikan total oleh teknologi.

Baca Juga: Belum Banyak Tau, Tugu Terkenal di Surabaya Ini Menyimpan Kisah Horor!

Mereka yang terserang Digiseksual memenuhi kebutuhan orientasi seksual mereka dengan perangkat teknologi seperti konten Virtual Reality (VR), Artificial Intelligence (AI), dan lain sebagainya yang terkait dengan teknologi.

Timbul reaksi seksual ketika bersentuhan dengan teknologi, bisa jadi tanda

Seseorang yang memiliki hubungan dengan robot @ geek

Pernahkah kamu merasa sulit atau tidak nyaman dengan orang lain? Di sisi lain, kamu menyadari dirimu jauh lebih nyaman ketika kamu terlibat dengan teknologi, ini mungkin menjadi pertanda. Tetapi ini bukan hanya tentang rasa malu atau kecemasan sosial. Ada sesuatu yang penting dan erotis, tentang aspek teknologi dari ekspresi seksual orang-orang tersebut.

Para Digiseksual sangat menyukai dan mungkin hanya menggunakan teknologi untuk ekspresi seksual. Sedangkan seseorang yang bukan seorang digiseksual tapi menikmati teknologi dapat terhubung baik dengan teknologi maupun dengan orang lain juga.

Konten-konten yang turut memperparah

Ilustrasi seseorang terkejut @ croton wb design

Lanskap teknologi seks makin berkembang dan menarik saat ini. Konten VR dewasa adalah sektor industri VR yang paling cepat berkembang. Tidak heran karena permintaan konsumen tinggi dan sangat bervariasi; akibatnya pembuatan konten berada pada fase kritis.

Baca Juga: Awas! 10 Sifat Wanita ini Dibenci oleh Para Pria

Semua teknologi imersif ini memberikan cara-cara tambahan untuk menjangkau dan membantu orang. Namun utamanya, seperti dalam kasus digiseksual, mereka lebih berusaha menormalkan dan merombak stigma seks dengan cara yang relevan dan bermanfaat bagi semua orang.

Intinya, tetaplah berhati-hati dalam penggunaan perangkat teknologi kamu. Kenali tanda-tandanya, perbanyak referensi, dan berpikirlah lebih terbuka agar tidak terkena hal tersebut ya Zens.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...