Waspada, Kerutan Dahi Ternyata Berhubungan dengan Kesehatan Jantung!
Kerutan di dahi merupakan salah satu gejala jantung @Med Brief Namibia

MALANGTODAY.NET – Secara alami, kerutan di dahi muncul seiringan dengan saat manusia menunjukkan ekspresi. Sebagian orang tidak terlalu memperhatikan kerutan tersebut, tetapi bagi mereka yang peduli kesehatan sangat memperhatikannya. Kenapa?

Dilansir dari Live Science, ada hubungan antara kerutan di dahi dengan resiko seseorang terkena penyakit jantung. Hal ini diungkapkan dalam sebuah riset di Perancis yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki kerutan di dahi lebih banyak dari orang seusianya memiliki kemungkinan tinggi untuk meninggal karena penyakit jantung.

Baca Juga: Komedo Bandel Ganggu Kesempurnaan Wajah? Ini Penyebabnya!

Penelitian ini menganalisis lebih dari 3.200 orang dewasa di Perancis dengan usia kisaran 32, 42, 52, dan 62. Riset yang dilakukan selama sekitar 20 tahun ini mengelompokkan sampel dengan skor 0-3 di masa skor tertingi menunjukkan bahwa kerutan yang dimiliki lebih banyak. Selama rentang tahun tersebut, tercatat ada sekitar 233 orang meninggal karena berbagai sebab.

Hasilnya menunjukkan bahwa yang tergolong dalam kelompok skor 2 atau 3 memiliki potensi meninggal hampir 10 kali lipat dibandingkan kelompok dengan skor 0 karena penyakit jantung. Sedangkan orang dengan kelompok skor 1 hanya memiliki potensi 5 kali lipat dari kelompok skor 0.

Baca Juga: Tak Tahu 5 Titik Rangsang yang Bikin Istri ‘On’ Ini? Dasar Suami Cupu!

Penelitian serupa juga menunjukkan bahwa gejala ini merupakan gejala visual yang memudahkan seseorang untuk mengidentifikasi orang yang beresiko tinggi mengidap penyakit jantung. Meski berhubungan, kerutan di dahi belum pasti menandakan bahwa seseorang mengidap penyakit jantung. Banyak faktor yang juga harus diperhatikan seperti tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh.

Hal ini diucapkan oleh Gregg Fonarow, profesor bidang pengobatan kardiovaskular University of California. Gejala-gejala visual seperti ini masih perlu didalami, dikonfirmasi, dan dievaluasi lebih lanjut dengan menggunakan populasi orang dewasa yang lebih luas.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...