Ilustrasi Ayah dan anak @brilio
Ilustrasi Ayah dan anak @brilio

MALANGTODAY.NET – Selama ini, kita hanya tahu usia kesuburan perempuan penting diperhatikan. Apalagi jika ingin memutuskan memiliki anak (lagi). Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesuburan pria juga memengaruhi tingkat perkembangan anak. Kok bisa?

Penelitian dari The Journal Biological Psychiatry menemukan usia lanjut orangtua dengan penyakit skizofrenia pada anak ternyata memiliki hubungan. Hubungan tersebut ditandai dengan kemunculan (tanda-tanda) skizofrenia lebih dini pada anak yang lahir dari Ayah dengan usia yang lebih tua. Tanda ini muncul sebelum sang anak berusia 18 tahun. Penyebabnya adalah kelainan gen.

Dalam penelitian tersebut, para pasien anak dengan gangguan skizofrenia memiliki orangtua yang sehat dan riwayat keluarga tanpa gangguan mental. Namun, diduga terjadi mutasi gen akibat sang ayah (pasien) berusia lanjut.

“Setiap 10 tahun penundaan usia menjadi orang tua, maka resiko kemunculan tanda skizofrenia pada anak meningkat sekitar 30 persen,” ucap Ketua Penelitian Shi-Heng Wang dari China Medical University di Taichun, seperti dilansir dari Detiknews, Rabu (3/4/2019).

Sementara itu, usia Ibu tidak berdampak pada proses kelainan ini.

Mutasi gen memang terjadi pada sperma. Namun, resiko kelainan lainnya juga dapat terjadi pada anak dari Ayah yang berusia di atas 35 tahun.

Beberapa resiko yang muncul pada anak jika memiliki orangtua berusia lanjut antara lain, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas (ADHD), psikosis, bipolar, percobaan bunuh diri, penggunaan narkoba, leukemia limflobastik akut (kanker yang diserang oleh sel darah putih yang berproduksi tidak normal) di usia anak—juga ancaman kanker laninnya di kemudian hari, misalnya kanker payudara dan kanker prostat; cacat lahir yang jarang, keguguran atau bayi yang mati.

Selain itu, kemungkinan terkena spektrum autisme pada anak juga akibat dari dampak orangtua Ayah yang berusia lebih dari 40 tahun. Kemungkinan ini meningkat hingga 5,75 persen. Hal yang berbeda terjadi pada anak yang lahir dari Ayah berusia di bawah 30 tahun.

Ilustrasi keseruan Ayah dan anak @dreamers
Ilustrasi keseruan Ayah dan anak @dreamers
Studi dari Universitas Standford

Bahkan sebuah studi di Standford, antara tahun 2007 sampai 2016, mengungkapkan 40,5 juta kelahiran bayi dari orangtua usia lanjut (mereka mendefinisikan usia Sang Ayah di atas 35 tahun), berisiko lebih tinggi mengalami berat badan rendah, kejang, dan bahaya pada kelahiran lainnya.

Direktur Kedokteran Reproduksi Pria dan Bedah dan Profesor Rekanan di Fakultas Kedokteran Universitas Standford, Michael Eisenberg, mengatakan kepada peneliti senior Universitas Standford, DW. Eisenberg, keputusan untuk memiliki anak dalam waktunya (tepat) adalah hal yang kompleks. Perlu pertimbangan yang matang bagi para calon orangtua untuk tahu ‘kapan’ ingin merencanakan sebuah keluarga; terlebih usia calon orangtua di dunia makin lebih tua.

“Kita memang sudah tahu risiko yang akan dibawa jika usia Sang Ibu tua, tetapi penelitian ini juga mengungkapkan bukti yang diakibatkan oleh usia Ayah yang tua,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa pria seharusnya tidak lagi beranggapan untuk menunda punya anak, tetapi menyadari risiko yang akan timbul seiring bertambahnya usia. Jadi kapan bikin anak lagi? Ehh! (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.